Tergiur Bayaran Rp400 Juta, Warga Tulungagung Nyaris Jadi Tentara Bayaran di Rusia

Tulungagung, Mataraman.net – Seorang pria berinisial SA, warga di Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung nyaris menjadi tetara bayaran di Rusia. Hal itu terjadi setelah pria tersebut mendapat iklan Pop-Up dari ponselnya terkait lowongan pekerjaan di luar negeri dengan bayaran menggiurkan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, Ardian Candra mengatakan awalnya kasus ini terungkap oleh Kementerian P2MI. Pada Jumat (30/10/2026) kemarin Kementerian P2MI mendapati adanya pembatalan keberangkatan penerbangan ke Turki dari Bandara Soekarno-Hatta.

“Kasus ini terungkap oleh Kementerian P2MI setelah korban membatalkan keberangkatan dari Bandara Soekarno’-Hatta. Kemarin korban sudah dipulangkan dan kami lakukan klarifikasi,” kata Ardian Candra, Rabu (4/11/2026).

Sesuai keterangan korban, awalnya dia mendapat iklan Pop-Up dari media sosial instagram miliknya. Iklan itu berupa tawaran menjadi tentara bayaran dengan gaji yang sangat menggiurkan, sehingga korban menghubungi kontak yang tertera.

Setelah itu, korban dibimbing untuk melakukan proses sesuai arahan yang diminta oleh narahubung hingga selesai. Termasuk dia harus melakukan perjalanan dari Indonesia menuju Turki dengan menggunakan visa turis.

“Korban diminta untuk terbang menuju Turki dan mengaku sebagai turis dengan menggunakan visa turis,” ungkapnya.

Korban sudah memesan tiket dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Turki termasuk korban sudah memiliki visa turis. Setibanya di bandara, korban sempat menagih down payment (DP) atas bonus sebesar Rp400 juta dan gaji Rp40 juta.

Pasalnya, narahubung itu berjanji jika uang keberangkatan itu akan diganti saat korban hendak berangkat ke Turki. Namun, narahubung itu justru tidak memenuhi kesepakatan, sehingga korban memutuskan batal berangkat.

“Saat itu korban merasa janggal, sehingga memutuskan batal berangkat. Korban kemudian melapor ke Kementerian P2MI dan didampingi pemulangan ke Tulungagung,” jelasnya.

Atas kejadian ini, Candra mengimbau agar masyarakat tidak mempercayai iklan yang menawarkan pekerjaan di luar negeri melalui medsos. Masyarakat yang ingin bekerja sebagai PMI diminta untuk berangkat dari penyalur resmi.

“Jangan mudah percaya dengan iklan pemberangkatan ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar karena bisa jadi itu bentuk penipuan,” pungkasnya. (sal/red)

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi Bupati Tulungagung, Tim Kuasa Hukum Terdakwa Sebut Keterangan Saksi Patahkan Dakwaan JPU

Tulungagung, Mataraman.net - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo dan ajudannya Dwi Yoga Ambal semakin mematahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum...