Mengapung di Laut, Nelayan Gurita Hilang di Pantai Ngalur Tulungagung Berhasil Ditemukan

Tulungagung, Mataraman.net – Angga Kurniawan (31) warga Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung yang hilang di Pantai Ngalur akhirnya ditemukan pada Rabu (21/10/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan terapung di perairan Pantai Ngalur.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Achmad Mugiyono mengatakan, awalnya pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing. Selain itu, Tim juya melakukan pembangian search anda rescue unit (SRU) untuk memulai operasi pencarian korban.

“Namun sekitar pukul 07.05 WIB, tim mendapat informasi dari nelayan terkait adanya penemuan jenazah mengapung di laut,” kata Achmad Mugiyono, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga :  Waspada, Jalan Penghubung Alternatif Tulungagung-Trenggalek Ambrol Bahayakan Pengendara

Setelah mendapat laporan, Tim SAR gabungan segera menuju lokasi penemuan jenazah sesuai informasi nelayan. Kemudian sekitar pukul 08.00 WIB, jenazah korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi untuk dibawa ke daratan.

Achmad menyebut, jenazah itu ditemukan kurang lebih sejauh empat mil laut dari titik awal korban dinyatakan hilang. Petugas yang melakukan pemeriksaan dan identifikasi memastikan jika itu merupakan korban Angga Kurniawan.

“Setelah dievakuasi, jenazah itu dilakukan identifikasi di daratan dan hasilnya itu merupakan jenazah korban nelayan gurita yang hilang akibat tergulung ombak,” ungkapnya.

Setelah jenazah korban berhasil diidentifikasi, jenazah tersebut kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dibawa ke rumah duka. Mengingat pihak keluarga korban tidak berkenan dilakukannya proses otopsi pada korban.

Baca Juga :  Jaksa Ajukan Kasasi Vonis Bebas Gus Samsudin: Sudah Memenuhi Unsur SARA

Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR pencarian nelayan gurita di Pantai Ngalur Tulungagung resmi ditutup. Setiap unsur SAR yang terlibat saat ini sudah bisa kembali kepada instansinya masing-masing.

“Setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada keluarganya, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” pungkasnya. (sal/red)

 

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Tunggak Gaji Karyawan, Perusahaan Marmer Dilaporkan ke Disnakertrans Tulungagung

Tulungagung, Mataraman.net - Sejumlah pekerja tambang batu marmer di Campurdarat, Tulungagung harus gigit jari karena tidak menerima gaji selama lima bulan terakhir. Kasus ini...