Tulungagung, Mataraman.net – Dilanda kemarau panjang, petani padi di Tulungagung rupanya masih bisa memanen tanamannya. Bahkan dari 34 hektare lahan tanaman padi mampu menghasilkan 272 kilogram gabah yang siap dipanen atau setara 8 ton per hektar.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengatakan, panen raya kali ini dilakukan di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Total ada seluas 34 hektare lahan tanaman padi yang siap dipanen di wilayah itu.
“Panen dilakukan secara bergilir karena masa tanam para petani di Tulungagung tidak dilakukan secara bersamaan,” kata Ahmad Baharudin, Selasa (15/9/2026).
Secara rinci, setiap satu hektare lahan tanaman padi mampu menghasilkan sekitar 7 ton hingga 8 ton gabah. Artinya, lahan tanaman padi seluas 34 hektare itu diproyeksikan mampu menghasilkan 272 ton padi siap panen.
Hal ini menunjukkan, produksi padi di wilayah Tulungagung masih cukup baik meski dikhawatirkan terdampak el-nino. Mengingat, sejumlah wilayah di Tulungagung dilaporkan sudah terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
“Kondisi gabah pada panen kali ini dinilai cukup baik. Apalagi bulir padinya terisi penuh dan berbobot, sehingga kualitas gabah tahun ini lebih berat dari sebelumnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung, Suyanto mengatakan, hasil panen ini merupakan bagian dari musim tanam kedua (MT2). Setelah panen ini, petani akan bersiap untuk memasuki musim tanam ketiga (MT3).
Petani tanaman padi di Tulungagung mampu menghasilkan tiga kaki masa tanam dalam jangka waktu satu tahun. Bahkan, hasil produksi gabah di Tulungagung saat ini masih berada dalam kondisi yang surplus.
“Produksi kita tahun ini sebanyak 217.216 ton padi atau 125.985 beras. Sedangkan kebutuhan beras per bulan sebanyak 6.769 ton. Kita surplus beras sebanyak 72.683 ton,” kata Suyanto. (sal/red)



