Tulungagung, Mataraman.net – Musim kemarau berkepanjangan di Tulungagung menyebabkan bencana kekeringan semakin meluas. Saat ini sebanyak sebilan desa terdampak akibat bencana kekeringan ini yang menyebabkan ribuan warga kekurangan air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Tulungagung, Teguh Abianto mengatakan, permintaan bantuan air bersih akibat bencana kekeringan semakin bertambah. Pada awal September 2026, sudah ada sembilan desa dari lima kecamatan di Tulungagung yabg krisis air bersih.
“Sesuai data kami, bencana kekeringan di Tulungagung semakin meluas dimana saat ini sudah ada sembila desa yang mengalami krisis air bersih,” kata Teguh Abianto, Kamis (10/9/2026).
Secara rinci, sembilan desa itu meliputi Desa Kalidawe Kecamatan Pucanglaban, Desa Rejosari dan Joho Kecamatan Kalidawur. Lalu ada desa Sebalor Kecamatan Bandung, Desa Pakisrejo dan kresikan Kecamatan Tanggunggunung.
Kemudian ada Desa Desa Gamping Kecamatan Campurdarat, serta Desa Keboireng, Besuki dan Gamping Kecamatan Besuki. Wilayah yang terdampak kekeringan ini mayoritas berada pada dataran tinggi atau pegunungan.
“Desa Sebalor, Kecamatan Bandung paling banyak mendapat droping bantuan air bersih dengan total 50 ribu liter karena memang permintaan tinggi,” ungkapnya.
Sesuai jumlah itu, total ada sebanyak 2.804 warga dari sembilan desa itu yang mengalami krisis air bersih. Meski sudah mendapat dropping air bersih, mereka tetap harus bermehat dalam menhhunakan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Saat ini, tercatat BPBD Tulungagung telah mengirim sebanyak 39 truk tangki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter. Artinya, BPBD telah menyalurkan sebanyak 195 ribu liter air bersih kepada warga dari sembilan desa tersebut.
“Setiap desa yang mengalami kesulian air bersih dapat meminta bantuan kepada BPBD Tulungagung. Petugas akan melakukan dropping air bersih secara berkala,” pungkasnya. (sal/red)



