Setelah Berlabuh di Pantai Popoh Tulungagung, ABK KM Sumber Sejati Dilaporkan Hilang di Samudra Hindia

Tulungagung, Mataraman.net – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Sumber Sejati dilaporkan hilang saat melaut di Samudra Hindia setelah berangkat dari Pantai Popoh Tulungagung. Saat ini, petugas gabungan masih melakukan pemantauan di Pesisir Selatan Tulungagung apabila korban ditemukan.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto mengatakan, korban atau ABK yang hilang itu yakni Fitra Fauzi Akbar warga Desa Tenjolayah, Kecamatan Sicalangka, Kota Bandung, Jawa Barat. Korban diketahui menjadi ABK KM Sumber Sejati dan berangkat dari Jakarta.

“KM Sumber Sejati berangkat dari Pelabuhan Pangkalan Muara Baru Jakarta pada Rabu (1/7/2026) dan masuk ke perairan Pantai Popoh karena ada kerusakan mesin,” kata Iptu Nanang Murdiyanto, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga :  Seloroh Gus Ipul saat Ditanya Maju Ketum PBNU: Potongan Saya Pantas Tidak?

Setelah memperbaiki kapal, pada Senin (6/7/2026) KM Sumber Sejati kembali melaut menuju Samudra Hindia sekitar pukul 18.00 WIB. Saat berangkat ke Samudra Hindia dari Pantai Popoh, kapal ini mengangkut sebanyak 33 ABK.

Kemudian pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 00.00 WIB, korban terlihat masih bermain ponsel dengan rekannya sebelum istirahat. Beberapa saat kemudian, korban dan temannya memutuskan masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

“Informasi dari pengurus kapal, korban sempat bermain ponsel dengan temannya dan tidak lama kemudian masuk ke dalam kamar,” ungkapnya.

Sekitar pukul 03.00 WIB, teman korban menghampiri korban ke dalam kamarnya untuk membangunkan karena harus kembali bekerja. Namun diketahui jika korban sudah tidak ada di dalam kamarnya maupun di kapal.

Baca Juga :  Gayeng, Futsal Persahabatan Pemuda Muhamadiyah-Ansor Durenan Trenggalek

Titik terakhir korban dilaporkan hilang pada koordinat 11°59’47.00″ LS dan 111°37’39.00″ BT drngan jarak dari pantai 198,83 Nm atau 368,24 km. Atas kejadian inu, pihak kepolisian telah berkoordinasu dengan Tim SAR Gabungan.

“Proses pencarian biasa tidak mungkin dilakukan karena lokasi korban hilang yang cukup jauh. Jadi, kami bersama Tim SAR Gabungan melakukan pemantauan kemungkinan ditemukannya korban,” pungkasnya. (sal/red)

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Wujud Rasa Cinta Tanah Air, SMPN 1 Besuki Tulungagung Gelar Baris Kreasi

Tulungagung, Mataraman.net - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SMPN 1 Besuki Tulungagung menggelar Baris Kreasi Kemerdekaan. Uniknya, kegiatan ini lahir...