Sempat Tertahan Konflik Iran-AS, Bupati Trenggalek Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Hari Ini

Trenggalek, Mataraman.net – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, beserta rombongan jamaah umrah asal Trenggalek dilaporkan dalam kondisi baik meski sempat tertahan di Arab Saudi akibat eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Jika tidak ada hambatan, Bupati dijadwalkan tiba di Kabupaten Trenggalek pada Jumat malam (6/3/2026).
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi mengonfirmasi, kepulangan orang nomor satu di Pemkab Trenggalek tersebut sempat mengalami kendala jadwal penerbangan. Awalnya, Bupati direncanakan bertolak ke Indonesia pada 2 Maret lalu, namun situasi geopolitik di Timur Tengah memaksa adanya perubahan rute dan penundaan jadwal terbang.
“Kemarin komunikasi memang Pak Bupati seharusnya pulang tanggal 2. Karena ada kejadian (konflik) itu, akhirnya penerbangannya tertunda ke Indonesia. Pak Bupati kemudian mencari solusi lain,” ujar Doding saat memberikan keterangan kepada awak media.
Guna menyiasati penutupan ruang udara atau gangguan jadwal maskapai, Bupati Trenggalek mengambil rute penerbangan alternatif demi bisa segera kembali ke tanah air. Doding menjelaskan bahwa Bupati telah berhasil mendapatkan tiket dengan rute transit melalui dua negara sebelum menuju Indonesia.
“Beliau sudah dapat tiket penerbangan ke India, lalu ke Singapura, dan baru menuju Indonesia. Insyaallah, tanggal 6 ini sudah sampai di tanah air,” lanjutnya.
Politikus PDI-P ini menambahkan total rombongan asal Trenggalek berjumlah 48 orang. Ia memastikan seluruh jamaah dalam keadaan sehat dan aman meskipun harus menghadapi ketidakpastian jadwal di tengah situasi konflik tersebut.
Meski sedang berada di luar negeri, Bupati Trenggalek disebut tetap aktif memantau kondisi wilayahnya. Salah satu fokus utama adalah penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di Kilometer (KM) 16 jalan nasional Trenggalek-Ponorogo.
Doding mengungkapkan Mas Ipin telah memberikan instruksi khusus kepada Wakil Bupati (Wabup) Syah Muhammad Natanegara, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati, untuk menangani masalah tersebut dengan serius.
“Pesan Pak Bupati, longsor di KM 16 itu agar ditangani serius. Sekarang sudah ada tiga alat berat dari BBJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) dan Pemkab untuk mengevakuasi material batu,” paparnya.
Selain masalah bencana, koordinasi terkait urusan pemerintahan seperti Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Jaminan Sosial juga tetap berjalan. Doding menceritakan bahwa komunikasi terakhir mengenai administrasi negara tetap dijawab secara profesional oleh Bupati.
“Beliau menyampaikan bahwa nanti Pak Plh yang akan memberikan jawaban (sidang paripurna) karena beliau masih posisi umrah,” pungkasnya. (bahr/red)



