Ziarah ke Makam Pendiri, Cara PWI Tulungagung Peringati HPN 2026
Tulungagung, Mataraman.net – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulungagung memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan cara yang sederhana namun khidmat. Setelah menerima kunjungan silaturahmi dari Kapolres Tulungagung di Sekretariat PWI, para pengurus dan anggota melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam tokoh pendiri organisasi tersebut.
Rombongan bertolak dari kantor sekretariat di Jalan Mayjen Sungkono No. 91 menuju tempat pemakaman almarhum Sakti Pramono, atau yang lebih akrab disapa Pak Jarot. Ia merupakan salah satu sosok sentral yang membidani berdirinya PWI Tulungagung pada tahun 2012 silam.
Ketua PWI Tulungagung, Wiwieko Dharmaidiningrum menjelaskan, kegiatan ziarah ini merupakan bentuk penghormatan setinggi-tingginya kepada perintis organisasi. Ia mengakui bahwa ziarah ke makam Pak Jarot ini adalah kali pertama yang dilakukan secara resmi oleh pengurus dalam momentum HPN.
“Kami mendatangi makam dari pendiri PWI Tulungagung, yaitu Bapak Sakti Pramono atau Pak Jarot. Beliau meninggal dunia sekitar tahun 2017. Ini adalah bentuk penghormatan kami dalam rangka Hari Pers Nasional,” ujar Wiwieko saat ditemui di lokasi pemakaman, Senin (9/2/2026).
Wiwieko menambahkan, agenda ini tidak akan berhenti di tahun ini saja. Pihaknya telah bersepakat dengan seluruh anggota untuk menjadikan ziarah kubur ini sebagai agenda rutin tahunan setiap memperingati HPN.
“Kami baru pertama kali melakukan ini sekarang, dan akan dilanjutkan pada HPN berikutnya. Sebelumnya kami belum sempat, dan hari ini kami bersepakat bersama anggota agar ini menjadi agenda tahunan PWI Tulungagung ke depan,” tuturnya.
Kondisi makam almarhum Sakti Pramono sempat tertutup oleh ilalang yang cukup tinggi. Melihat hal tersebut, pengurus PWI Tulungagung segera bergotong royong membersihkan area makam agar lebih layak dan bersih.
Wiwieko menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut terkait pemeliharaan makam tersebut. Supaya menjadi perhatian dan tetap dalam keadaan terawat makam salah satu pendiri PWI Tulungagung.
“Tadi kami sudah membersihkan. Ke depannya kami akan berkoordinasi bagaimana baiknya agar makam Pak Jarot ini tetap terjaga kebersihannya,” imbuh Wiwieko.
Pria alumnus Universitas Jember (Unej) ini berpesan kepada seluruh jurnalis di bawah naungannya agar tetap menjaga integritas. Termasuk juga menaruh harapan anggota PWI terus memberikan kontribusi positif dan pencerahan bagi masyarakat.
“Harapan kami, teman-teman PWI tetap berkontribusi dan memberi pencerahan kepada masyarakat. Teman-teman jangan sampai meninggalkan profesionalisme sebagai jurnalis. Kita harus menjadi jurnalis yang tangguh,” pungkasnya. (bahr/red)
Ziarah makam, pendiri PWI Tulungagung, persatuan wartawan Indonesia,



