Truk Pengangkut Solar di JLS Tulungagung-Trenggalek Gunakan Pelat Palsu

Tulungagung, Mataraman.net – Truk pengangkut solar diduga subsidi yang terguling di Jalur Lintas Jatim (JLS) Tulungagung-Trenggalek mendapatkan atensi dari kepolisian. Selain sopir truk menghilang, kendaraan tersebut menggunakan pelat nomor polisi (nopol) palsu.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila menerangkan selain tidak ditemukan sopirnya, nopol tidak sesuai dengan STNK. Baik nomor rangka (Noka) dan nomor mesin (Nosin).
Nopol yang tertera atau yang digunakan truk pengangkut solar tersebut AG 9462 UT. Akan tetapi untuk nopol asli atau sesuai dengan STNK adalah AG 9642 UT.
“Jadi ada perbedaan. Karena penggunaan plat nomor tidak sesuai itu melanggar pasal 280 dan nomor 22 tahun 2009 tidak memasang TNKB atau memasang TNKB tidak sesuai dengan spesifikasi. Ancaman 2 bulan dan denda 500 ribu karena bersifat pelanggaran,” ujar AKP Mohamad Taufik Nabila beberapa waktu yang lalu.
Sementara, untuk warna kendaraan sendiri dirinya mengaku dari STNK juga tidak sama. Karena di STNK tertera warna hijau namun sesuai kenyataan dimodifikasi berwarna biru. Lalu, untuk noka nosin sesui STNK tapi tidak sesuai nopol tertera di kendaraan tersebut.
Selanjutnya, AKP Taufik menjelaskan untuk nopol yang tertera di kendaraan memang mati AG 9624 UT. Sedangkan status pajak sudah mati sejak tanggal 8 bulan 9 tahun 2018 silam dan status STNK mati sejak tanggal 8 bulan 9 tahun 2022.
“Tapi kalau aslinya nopol sesuai STNK dan noka nosin tersebut masih berlaku. Masa berlakunya tanggal 6 bulan 6 sampai 2029 dan pajaknya masih hidup tanggal 6 bulan 6 tahun 2026,” bebernya.
Ditanya pemilik kendaraan tersebut, AKP Taufik menambahkan merupakan keduanya sesuai STNK merupakan orang Tulungagung.
Polres Tulungagung masih mencari sopir, karena yang membawa kendaraan tersebut masih belum ditemukan.
AKP Taufik menambahkan atas nama juga berbeda sekarang masih kita lakukan pemeriksaan dan pencarian sopir tersebut. Pasalnya, beberapa sumber menginformasikan berada di puskesmas mengalami luka-luka.
“Kita sudah cek sudah cek puskesmas di sekitar Besuki. Kemudian 2 rumah sakit di Campurdarat dan di RSUD Iskak tidak ada, sekarang kita masih mencari anggota kita juga masih mencari keberadaan sopirnya,” tandasnya. (bahr/red)



