Tokoh Pagar Nusa Serukan Persatuan dan Pembenahan Administrasi Organisasi
Tulungagung, Mataraman.net – Tokoh senior Pagar Nusa, Mas Toni, menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi melalui penguatan nilai-nilai kultur dan sinergi antar-pengurus. Dalam pernyataannya, ia menyoroti perlunya kembali pada semangat kebersamaan guna memajukan organisasi pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut.
Mas Toni menambahkan dinamika perbedaan dalam tubuh organisasi mulai mencuat secara signifikan sejak tahun 2014. Padahal, menurutnya, pada era kepemimpinan sebelumnya, perbedaan aliran tidak pernah ditonjolkan karena fokus utama adalah identitas tunggal Pagar Nusa.
“Titik awal sampai saat ini sebenarnya tidak ada jeda, istirahat. Jika kita melihat ke belakang pada era Sukarji, kultur aliran tidak ditonjolkan. Saya yakin kita tidak pernah mengajarkan hal itu; intinya tetap Pagar Nusa,” ujar Mas Toni, Kamis malam (5/2/2026).
Ia menambahkan sejak tahun 2000-an, wilayah Tulungagung sebenarnya sudah menunjukkan kekompakan yang luar biasa, salah satunya melalui kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bersama yang dikenal dengan Pagar Nusa Camp.
Persoalan KTA dan Administrasi
Menanggapi keluhan anggota terkait hak dan kewajiban, khususnya mengenai pengurusan Kartu Tanda Anggota (KTA), Mas Toni menilai hal tersebut hanyalah masalah komunikasi. Ia menjamin bahwa jika alur birokrasi diikuti dengan benar, proses administrasi tidak akan memakan waktu lama.
“Ada miskomunikasi antara pengurus Cabang dengan admin KTA. Sebenarnya, jika surat-surat lengkap, prosesnya tidak lama, hanya lima belas menit selesai,” jelasnya.
Ia juga menegaskan kepengurusan mendatang akan memberikan perhatian serius untuk menuntaskan masalah KTA ini agar tidak ada lagi anggota yang merasa terhambat haknya.
Menjaga Marwah dan Prestasi
Mas Toni mengajak seluruh elemen untuk melakukan tabayun (klarifikasi) dan duduk bersama dalam menyelesaikan setiap permasalahan, termasuk pengaruh media sosial yang perlu disaring secara bijak.
“Demi marwah Pagar Nusa, saya yakin kita bisa saling menghargai. Menyatukan ribuan kepala memang sulit, namun kita memiliki filter berupa roh organisasi dengan pedoman Pancasila, UUD 1945, serta AD/ART,” tegasnya.
Terkait prestasi, ia mengaku potensi Pagar Nusa sangat besar untuk menjadi juara umum kembali jika seluruh pengurus menjaga kerukunan. Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan di wilayah-wilayah seperti Kauman, serta penataan kembali pasukan inti dan penguatan kas organisasi melalui jalur pelatihan yang terstruktur dari tingkat wilayah hingga ranting.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh anggota untuk berkomitmen melebur menjadi satu atau nyawiji. Ia berpendapat bahwa baik diurus maupun tidak, Pagar Nusa akan tetap menjadi organisasi yang besar, namun akan jauh lebih berkembang jika dikelola dengan komitmen bersama dan sinergi yang kuat. (bahr/red)



