Tulungagung, Mataraman.net – Wajah sumringah tampak dari ratusan pekerja pabrik rokok di Tulungagung. Mereka berjajar antre menunggu giliran pengambilan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT).
Salah satu penerima, Sarti (53) yang bekerja di Pabrik Rokok Trubus Alami ini mengungkapkan merasa senang menerima BLT ini di akhir tahun. Sebelumnya di tahun yang sama, sudah menerima 800 ribu, sehingga jika dijumlah senilai 1 juta rupiah selama satu tahun.
“Iya ini mendapatkan BLT senilai Rp 200 ribu perasaannya senang, pertama Rp 800 ribu. Jadi total 1 juta,” terang Sarti, Selasa (9/12/2025).

Perempuan asal Kecamatan Boyolangu Tulungagung ini mengaku pemberian BLT ini akan digunakan sebagai tambahan kebutuhan pokok sehari-hari.
“Uang ini nanti ya untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus sebagai tambahan penghasilan,” tandasnya.
Sementara, Admin Pabrik Rokok Trubus Alami, Farid Adhitya Prayoga menerangkan penyerahan BLT DBHCHT Tahun Anggaran 2025 dari Pemkab Tulungagung ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama Rp 800 ribu dan tahap kedua Rp 200 ribu.
“Hari ini tadi pembagian blt yang ber-KTP tulungagung. Jumlah penerima dari pekerja penerimanya 589 pekerja. Sisanya bukan ber-KTP tulungagung, ada yang Trenggalek, Kab/Kota Kediri dan Kab/kota Blitar,” ujar Farid Adhitya Prayoga.
Ia berharap dengan penyaluran ini semoga bisa digunakan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Karena harapan pemerintah untuk memutar ekonomi masyarakat dengan kondisi yang sekarang.
“Jadi melalui penyaluran BLT ini semoga bisa sangat membantu dan membawa manfaat untuk penerima,” ulasnya.
Dikatakannya, total keseluruhan pekerja ada sekitar 600-an orang sedangkan penerima 589 pekerja khusus Tulungagung. Sementara data yang VIVA Jatim terima dari Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, jumlah penerima bantuan untuk pekerja rokok sebesar ada ribuan.
Berikut rincian penerima untuk buruh pabrik rokok sebesar 3.657, buruh tani tembakau 1.923 orang. Lalu, butuh tani cengkeh sebanyak 294 orang, masyarakat lainnya mulai pekerja pabrik lainnya 501.
Selanjutnya penerima BLT DBHCHT petani cengkeh 129 serta masyarakat miskin yang mendapatkan manfaat sebanyak 3.248 orang. Sehingga total penerimaan se-Kabupaten Tulungagung ada 9.752 orang. (bahr/red)







