MDS RA Tulungagung Berupaya Hidupkan Masjid-Mushola sebagai Penguatan Umat

Tulungagung, Mataraman.netMajelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Pimpinan Cabang (PC) Kabupaten Tulungagung baru saja melaksanakan ta’aruf dan rapat kerja pengurus baru. Salah satu komitmennya adalah menghidupkan kembali masjid-mushola sebagai basis di tataran bawah.

Mengambil tema ‘Mengembalikan Rijalul Ansor pada Misi Keumatan melalui Penguatan Basis Akar Rumput di Masjid dan Musala’. Ketua MDS Rijalul Ansor PC Kabupaten Tulungagung Agus M. Fahmi Arafat memaparkan Rijalul Ansor harus kembali pada khittah perjuangannya, yakni bergerak di ranah keumatan dan keagamaan secara nyata.

“Rijalul Ansor harus hadir di ruang-ruang kosong yang selama ini ditinggalkan, terutama masjid dan musala sebagai basis gerakan akar rumput,” ujar Agus M. Fahmi Arafat, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, masjid dan musala tidak hanya sekadar tempat ibadah. Aman tetapi sebagau pusat pembinaan umat, penguatan akidah, dan kaderisasi keulamaan.

Oleh sebab itu, MDS Rijalul Ansor diarahkan menjadi rumah besar santri dan alumni santri, sekaligus ruang pengabdian bersama bagi mereka yang siap berkhidmah di Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Baca Juga :  Sri Rahayu Mundur, Karpet Merah Romy Soekarno DPR RI: Emm Gak Usah Itu!

“Raker ini juga merumuskan langkah strategis untuk mencetak generasi penerus kedepan mampu menjadi calon Syuriah NU. Hal ini dinilai penting sebagai upaya menjaga kesinambungan ulama serta kekuatan moral dan spiritual NU di masa depan,” paparnya.

Misi besar tersebut bertujuan untuk menjaga dan mengembangkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, sekaligus memperkuat jejaring santri dan alumni santri agar siap mengambil peran strategis di tubuh NU. Para peserta sepakat bahwa penguatan ideologi, amaliyah, dan khidmah harus berjalan seiring dengan penguatan struktur dan kaderisasi.

Senada, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tulungagung, M Ihsan Muhlashon akrab disapa Muhlas menerangkan pesan semangat gerakan Ansor yang berpijak pada empat pilar utama, yakni keagamaan, peradaban, kesejahteraan, dan siyasah kebangsaan.

“Acara ini menjadi momentum konsolidasi penting dalam membangun kesepahaman visi dan misi organisasi ke depan,” ujar Mukhlas.

Beliau menerangkan Rijalul Ansor memiliki fokus utama dalam menjaga tradisi, mengembangkan nilai-nilai keagamaan dan peradaban, sehingga diperlukan kerja sama dan sinergi dengan berbagai stakeholder, khususnya ulama dan umara.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Tulungagung Panasi Mesin Partai Bersama Cagub Risma dan Paslon Mardinoto

“Agar dapat menjadi visi bersama dalam membangun umat dan jam’iyah,” bebernya.

Pria yang juga sebagai advokat ini memaparkan ta’aruf dan rapat kerja ini menjadi penanda awal kebangkitan kembali peran strategis Rijalul Ansor. Pasalnya, Ansor dipandang sebagai masa depan NU, dan NU adalah masa depan umat.

“Rijalul Ansor diyakini sebagai ruh gerakan yang akan menjaga denyut kehidupan Ansor dan NU di masa-masa mendatang,” imbuhnya.

Mukhlas mengaku lewat semangat kebersamaan dan khidmah, MDS Rijalul Ansor PC Kabupaten Tulungagung optimistis dapat menjadi garda terdepan dalam merawat tradisi, memperkuat umat, serta menyiapkan generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan berkhidmah.

Sebagai informasi, acara tersebut diikuti oleh jajaran pengurus baru MDS Rijalul Ansor PC Tulungagung, para gus dari berbagai pondok pesantren di wilayah Tulungagung, serta para alumni santri dari beragam latar belakang pesantren. (bahr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button