BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Puncak Musim Hujan di Kediri Raya-Tulungagung

Kediri, Mataraman.net –  Musim penghujan masih melanda di sejumlah daerah, tak sedikit yang menimbulkan bencana. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Berdasarkan pengamatan sepekan terakhir, hujan dengan intensitas beragam masih akan mengguyur wilayah Kediri Raya hingga Kabupaten Tulungagung. Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kediri, Satria Kridha Nugraha mengatakan dalam beberapa hari terakhir suhu udara memang terasa panas pada siang hari.

Namun, kondisi tersebut diikuti dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang terjadi secara tidak merata. Ia mengaku puncak musim hujan masih berlangsung, serta memprediksi adanya peningkatan intensitas hujan yang lebih merata dalam waktu dekat.

Baca Juga :  PPIH Surabaya Imbau Jemaah Haji Waspadai Cuaca Panas Ekstrem di Madinah

“Pada tanggal 7 hingga 9 Februari, potensi hujan diprakirakan cukup merata di hampir seluruh wilayah Kediri Raya pada waktu siang hingga malam hari,” ujar Satria saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan, untuk saat ini, potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang masih mengintai dalam skala lokal atau per kecamatan. Beliau meminta warga untuk tetap berhati-hati dan rutin memantau informasi prakiraan cuaca. Yaitu melalui kanal resmi BMKG sebagai upaya mitigasi di lingkungan sekitar.

“Pastikan rutin membersihkan saluran air di lingkungan sekitar dan memangkas dahan pohon yang rimbun guna meminimalisir risiko banjir serta pohon tumbang,” tutur Satria.

Baca Juga :  Langkah Bapenda Tulungagung Optimalisasi PAD lewat Kegiatan Penilaian Massal PBB-P2

Satria mengingatkan supaya masyarakat yang sedang berada di luar ruangan segera mencari tempat berlindung yang kokoh apabila terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Ia mengimbau warga untuk menghindari berteduh di bawah baliho atau pohon besar demi keselamatan jiwa.

“Segeralah mencari tempat berlindung yang kokoh dan hindari berteduh di bawah baliho atau pohon besar demi keselamatan jiwa,” tandasnya. (bahr/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button