Pemain Proliga 2025 Keluhkan Suhu Panas GOR Joyoboyo Kediri

Kediri, Mataraman.net –  Final Four Minggu Pertama Proliga 2025 telah rampung di GOR Joyoboyo Kota Kediri. Meski sukses dan lancar, ada kesan yang perlu menjadi evaluasi, salah satunya pemain keluhkan kondisi gedung arena terasa panas.

Salah satunya berasal dari Kapten tim bola voli putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE), Tisya Amallya Putri. Ia merasakan sendiri selama pertandingan. Bahkan awal-awal mencoba GOR Joyoboyo Kediri merasakan tidak nyaman.

“Kalau tentang suhu, memang panas banget, sebenarnya dari awal melihat sini sudah ngerasa panas banget sampai merasa pusing,” ujar Tisya Amallya Putri, Senin, 21 April 2025.

Baca Juga :  Dua Pemain Persik Kediri, Rifqy dan Wigi Dipanggil TC Timnas U-23

Pemain andalan tim nasional bola voli Indonesia ini menambahkan efek panas tersebut berpengaruh dalam fisik. Sehingga bisa menurunkan performa pemain selama pertandingan.

“Mungkin di set-set terakhir tidak terpengaruh juga karena capek juga. Ya pasti kalau udah capek, kayak jadi konsentrasi agak berkurang,” papar peraih Best Setter Proliga 2024 ini.

Pelatih Pertamina Enduro Bulent Karslıoglu menjelaskan bahwa kelelahan kemarin melawan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia tidak menyalahkan gegara panas membuat kekalahan.

Dirinya menambahkan yang jelas itu untuk di kelas voli seperti ini sebenarnya bukan permainan yang menyehatkan. Terlebih dalam situasi kondisi suhu panas seperti ini.

Baca Juga :  Banser Tertua Usia 64 Tahun Dapat Bantuan dari Bupati Mas Dhito

“Karena ada beberapa pemain ada mungkin tahan dengan panas itu, ada yang tidak tahan,” ulas Bulent Karslıoglu.

Bulent menerangkan ketika hawa panas di arena, para pemain mengeluarkan keringat berlebih. Sehingga petugas sedikit-sedikit mengelap untuk mengeringkan lapangan.

“Karena banyak keringat yang menetes, sehingga di pel nunggu lagi di pel lagi. Dengan begitu akan menyulitkan. Kalau panas ya itu tadi pengaruhnya,” paparnya.

Pengamatan Mataraman.net, GOR Joyoboyo Kediri terbilang luas. Mulai dari depan, akses jalan, sampai tempat parkir. Termasuk juga lokasi di dalam hingga tribun penonton.

Beberapa atap yang sempat bocor sudah diganti dengan penutup. Ventilasi sebagai pertukaran udara kemungkinan tidak seimbang dengan jumlah orang yang memenuhi GOR Joyoboyo Kediri tersebut. (bahr/red)

Baca Juga :  Pemkab Kediri Targetkan Kemantapan Jalan Capai 89 Persen di Tahun 2025

Berita Terkait

Berita Terbaru

LWPNU Tulungagung Tembus Lima Besar Nasional Capai 1.885 Sertifikasi Wakaf

Tulungagung, Mataraman.net -  Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Tulungagung kembali menorehkan capaian penting dalam gerakan percepatan sertifikasi tanah wakaf hingga mencapai posisi...