Pemain Proliga 2025 Keluhkan Suhu Panas GOR Joyoboyo Kediri

Kediri, Mataraman.net –  Final Four Minggu Pertama Proliga 2025 telah rampung di GOR Joyoboyo Kota Kediri. Meski sukses dan lancar, ada kesan yang perlu menjadi evaluasi, salah satunya pemain keluhkan kondisi gedung arena terasa panas.

Salah satunya berasal dari Kapten tim bola voli putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE), Tisya Amallya Putri. Ia merasakan sendiri selama pertandingan. Bahkan awal-awal mencoba GOR Joyoboyo Kediri merasakan tidak nyaman.

“Kalau tentang suhu, memang panas banget, sebenarnya dari awal melihat sini sudah ngerasa panas banget sampai merasa pusing,” ujar Tisya Amallya Putri, Senin, 21 April 2025.

Baca Juga :  Bupati Kediri Gelar Silaturahmi Sederhana di Kantor Pemkab Rayakan Hari Jadi ke-1222

Pemain andalan tim nasional bola voli Indonesia ini menambahkan efek panas tersebut berpengaruh dalam fisik. Sehingga bisa menurunkan performa pemain selama pertandingan.

“Mungkin di set-set terakhir tidak terpengaruh juga karena capek juga. Ya pasti kalau udah capek, kayak jadi konsentrasi agak berkurang,” papar peraih Best Setter Proliga 2024 ini.

Pelatih Pertamina Enduro Bulent Karslıoglu menjelaskan bahwa kelelahan kemarin melawan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia tidak menyalahkan gegara panas membuat kekalahan.

Dirinya menambahkan yang jelas itu untuk di kelas voli seperti ini sebenarnya bukan permainan yang menyehatkan. Terlebih dalam situasi kondisi suhu panas seperti ini.

Baca Juga :  Harapan Pemkab Kediri ke DPRD Usai Pimpinan Definitif Dilantik: Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

“Karena ada beberapa pemain ada mungkin tahan dengan panas itu, ada yang tidak tahan,” ulas Bulent Karslıoglu.

Bulent menerangkan ketika hawa panas di arena, para pemain mengeluarkan keringat berlebih. Sehingga petugas sedikit-sedikit mengelap untuk mengeringkan lapangan.

“Karena banyak keringat yang menetes, sehingga di pel nunggu lagi di pel lagi. Dengan begitu akan menyulitkan. Kalau panas ya itu tadi pengaruhnya,” paparnya.

Pengamatan Mataraman.net, GOR Joyoboyo Kediri terbilang luas. Mulai dari depan, akses jalan, sampai tempat parkir. Termasuk juga lokasi di dalam hingga tribun penonton.

Beberapa atap yang sempat bocor sudah diganti dengan penutup. Ventilasi sebagai pertukaran udara kemungkinan tidak seimbang dengan jumlah orang yang memenuhi GOR Joyoboyo Kediri tersebut. (bahr/red)

Baca Juga :  Akhir 2025, Pemkab Kediri Bakal Membuka Wisata Ubalan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Petugas Lapas Tulungagung Berhasil Gagalkan Percobaan Penyelundupan Narkoba, Ternyata Ini Temuannya

Tulungagung, Mataraman.net - Upaya percobaan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Kelas IIB Tulungagung berhasil digagalkan oleh petugas. Hasilnya, puluhan butir pil psikotropia golongan IV...