Tulungagung, Mataraman.net – Selama 10 bulan terakhir, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung mencatat adanya ribuan kasus kecelakaan di Tulungagung. Petugas akan berupaya menekan kasus kecelakaan lalu lintas termasuk tingkat fatalitasnya selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Ivan Danara Oktavian mengatakan, kasus kecelakaan lalu lintas di Tulungagung mengalami peningkatan. Sesuai data, kasus kecelakaan di tahun 2025 kemarin hanya sebanyak 1.143 kejadian sampai akhir tahun.
“Selama 10 bulan di tahun 2026, kami mencatat adanya 1.700 kasus kecelakaan lalu lintas,” kata AKP Ivan Danara Oktavian, Rabu (28/10/2026).
Artinya, terdapat peningkatan sebanyak 557 kejadian kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2026 di Tulungagung. Apalagi, kejadian kecelakaan lalu lintas ini didominasi oleh usia produktif mulai dari 16 tahun hingga 21 tahun.
Sedangkan tingkat fatalitas kejadian kecelakaan di Tulungagung mencapai kurang lebih 15 persen dari total kejadian. Dengan begitu, setidaknya 225 kejadian dari total 1.700 kejadian kecelakaan itu menimbulkan korban jiwa.
“Angka fatalitasnya kurang lebih 15 persen dari total 1.700 kejadian kecelakaan yang terjadi di tahun 2026,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipatif, Satlantas Polres Tulungagung telah memetakan sejumlah jalur lawan atau black spot. Petugas akan disiagakan pada titik-titik tersebut untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Tulungagung.
Ivan menyebut, Operasi Patuh Semeru 2026 ini juga dijalankan sebagai upaya petugas dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Salah satunya dengan melakukan pencegahan pelanggaran lalu lintas.
“Masyarakat kami himbau tidak perlu takut selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 karena ini sebagai upaya kami untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (sal/red)



