Tulungagung, Mataraman.net – Ribuan warga Tulungagung kekurangan air bersih akibat dampak musim kemarau panjang di tahun 2026. Merespon hal ini, pemerintah menyalurkan 25 ribu liter air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga terdampak kekeringan.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengatakan, pemerintah mengirim bantuan air bersih untuk warga. Totalnya ada sebanyak lima unit truk tangki dengan kapasitas tangki 5.000 liter untukmasing-masing truk.
“Totalnya ada sebanyak 25 ribu liter air bersih yang kami salurkan hari ini. Sasarannya untuk warga yang membutuhkan air bersih akibat mengalami kekeringan,” kata Ahmad Baharudin, Senin (12/10/2026).
Sesuai laporan yang masuk, kemarau panjang pada tahun ini berdampak pada 14 desa di delapan kecamatan. Dampak kekeringan ini mayoritasnya terjadi pada wilayah dengan kontur geografis pegungan di Kabupaten Tulungagung.
Diantaranya seperti Kecamatan Kalidawir, Besuki, Pucanglaban, Tanggunggunung, Campurdarat, Bandung, Sendang dan Pagerwojo. Sedangkan dampak kekeringan paling parah terjadi pada Kecamatan Pagerwojo dan Tanggunggunung.
“Di Kecamatan Pagerwojo ada 1.818 warga terdampak dan di Kecamatan Tanggunggunung ada 1.040 warga terdampak kekurangan air bersih,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Achmad Mugiyono mengatakan, total ada sebanyak 1.907 kepala keluarga (KK) atau 5.144 jiwa yang terdampak kekeringan. Mereka mengalami kesulitas air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Dampak kekeringan di Tulungagung diketahui mulai meluas, dimana sebelumnya hanya ada 10 desa terdampak kekeringan. Namun saat ini, sudah ada sebanyak 14 desa yang melaporkan kesulitan air bersih akibat musim kemarau.
“Mungkin kekeringan ini karena musim kemaraunya agak panjang. Kami akan selalu siap untuk mengirim air bersih kepada warg yang kesulitan air bersih,” kata Achmad Mugiyono. (sal/red)



