Pererat Silaturahmi, Padepokan Pagar Nusa Gasmi Tulungagung Gelar Open House Syawal

Tulungagung, Mataraman.net –  Guna mempererat tali persahabatan pasca-Idulfitri, Ketua Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Gasmi Cabang Tulungagung, Ubaidillah Suwito atau yang kerap disapa Mbah Wito menggelar acara open house tahunan.

Kegiatan yang dipusatkan di Padepokan Gasmi, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung ini menjadi ajang pertemuan bagi ratusan santri, warga, serta organisasi pencak silat dari berbagai daerah.

Pererat Silaturahmi, Padepokan Pagar Nusa Gasmi Tulungagung Gelar Open House Syawal
Suasana open house di Padepokan Gasmi Tulungagung. (bahr)

Ketua Pagar Nusa Gasmi Cabang Tulungagung menyampaikan agenda ini merupakan tradisi rutin yang dilaksanakan setiap tahun, tepatnya pada hari kelima atau keenam bulan Syawal.

Tujuan utama dari penyelenggaraan open house ini adalah untuk memperkuat jalinan silaturahmi antaranggota, warga, dan santri setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Menurutnya, sebagai santri, menjaga hubungan baik dengan sesepuh dan sesama anggota adalah hal yang fundamental.

“Kita sebagai santri yang jelas menggalakkan silaturahim antaranggota, antarsesepuh, antar santri supaya silaturahim kita tetap terjaga selama-lamanya demi menjaga nama baik organisasi,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga :  Petugas Damkar Sebut Usaha Laundry Terbakar Alami Kerugian Rp 500 Juta

Mbah Wit menambahkan tradisi berkumpul di bulan Syawal ini membawa keberkahan tersendiri bagi organisasi dan personal anggota. Beliau menambahkan bahwa di balik kegiatan ini, terdapat banyak manfaat serta fadhilah (keutamaan) yang akan dirasakan oleh mereka yang menjaga silaturahmi.

Meski berlokasi di Kecamatan Bandung, daya tarik acara ini nyatanya meluas hingga ke luar wilayah Tulungagung. Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan rombongan tampak hadir memadati padepokan sejak pagi hari. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Tulungagung, seperti Besuki hingga Tanggunggunung.

“Yang hadir open house itu mulai tadi malam. Ada yang dari Tanggunggunung, bahkan ada yang dari Nganjuk, Bojonegoro, Blitar, hingga Trenggalek,” ujar alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri ini.

Ia juga menjelaskan pintu padepokan terbuka lebar bagi umum. Tercatat, tamu yang datang tidak hanya dari lingkup lokal eks-Keresidenan Kediri, tetapi juga merambah hingga ke wilayah Sidoarjo dan Surabaya.

Baca Juga :  Kantongi SLHS, SPPG Polres Jadi yang Pertama di Tulungagung

Aktivitas di padepokan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan biasanya terus berlangsung hingga dini hari karena antusiasme pengunjung yang tinggi.

Salah satu santri yang hadir, Rehan Saputra (17) mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Ia datang bersama enam orang rekannya khusus untuk melakukan sowan atau berkunjung kepada para guru dan sesepuh di padepokan tersebut.

“Saya sowan dari Srengat, Blitar, bersama enam teman. Setelah ini kami langsung berencana untuk pulang,” kata Rehan singkat.

Kegiatan open house ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang tatap muka, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh warga Pagar Nusa Gasmi untuk menyatukan visi dalam menjaga tradisi pencak silat dan nilai-nilai keislaman di masa mendatang. (bahr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button