Yonif TP di Tulungagung: Dukung Pengamanan-Kesejahteraan Rakyat

Tulungagung, Mataraman.net – Yonif TP (Teritorial Pembangunan) 886/Panjalu Jayati resmi berdiri dibawah Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya di Tulungagung. Pembangunan Yonif TP ini ditujukan untuk pengamanan aset hingga ikut mensejahterakan masyarakatnya sekitar.
Komandan Yonif TP 886/Panjalu Jayati, Mayor Inf Mohammad Isa, menjelaskan bahwa pendirian satuan ini merupakan langkah strategis untuk menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih kokoh dalam menjaga kedaulatan. Selain itu, langkah ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.
“Kami menyadari bahwa di wilayah selatan Jawa Timur ini sangat sedikit satuan infanteri yang mampu mencakup area tersebut. Oleh karena itu, kehadiran kami bertujuan untuk pengamanan aset negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Mayor Inf Mohammad Isa di lokasi, Desa Manding Kecamatan Pucanglaban Tulungagung pada Rabu (4/3/2026).
Tugas pokok Yonif TP 886/Panjalu Jayati selanjutnya adalah selaras dengan Program Astacita nomor 2 yang dicanangkan pemerintah. Program tersebut menitikberatkan pada, pemantapan sistem pertahanan keamanan negara serta mendorong kemandirian bangsa.
“Fokus utamanya meliputi swasembada pangan, kedaulatan energi air, serta pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru,” ulasnya.
Secara taktis, Mayor Inf Isa memaparkan bahwa Yonif TP tetap mengemban fungsi tempur, yakni melaksanakan pertempuran darat jarak dekat dengan teknik mencari, mendekati, dan menghancurkan musuh, serta menguasai medan. Namun, di sisi lain, satuan ini memiliki fungsi teritorial yang spesifik.
“Kami menyelenggarakan pembinaan teritorial untuk mengoptimalkan ketersediaan bahan pangan, kesehatan, dan konstruksi di wilayah ini. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mendukung tugas pokok Brigif, Korem, maupun Kodam,” ulasnya.
Berbeda dengan batalyon infanteri konvensional, Yonif TP 886 memiliki struktur organisasi yang lebih luas. Selain memiliki tiga kompi senapan, satu kompi bantuan, dan satu kompi markas, satuan ini diperkuat dengan empat kompi produksi.
“Ada tambahan empat kompi produksi, yaitu kompi peternakan, pertanian, jenis konstruksi, dan kesehatan. Inilah program yang didukung Bapak Presiden untuk membantu perekonomian masyarakat,” kata Mayor Inf Isa.
Ia menambahkan kompi kesehatan telah aktif memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga di Kecamatan Pucanglaban dan Kalidawir. Sementara itu, kompi semi konstruksi nantinya akan dilengkapi alat berat untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum.
Pada sektor pangan, Yonif TP 886 telah memanfaatkan lahan seluas 15 hektar untuk penanaman tebu guna mendukung produksi gula nasional dan swasembada pangan.
“Daerah Pucanglaban adalah pusat jagung, ke depan kami akan bersinergi dengan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan di sektor pertanian dan peternakan,” imbuhnya.
Progres Pembangunan dan Tantangan
Saat ini, pembangunan markas Yonif TP 886 di atas lahan seluas 60 hektar tersebut baru mencapai progres tujuh persen.
Mayor Inf Isa menargetkan seluruh sarana fisik, mulai dari rumah jaga, markas batalyon, barak, hingga perumahan, akan rampung 100 persen pada Desember 2026. Secara keseluruhan, aset tanah Angkatan Darat yang berada di sekitar area tersebut mencapai lebih dari 1.200 hektar.
Ditanya soal kendala, Mayor Inf Isa mengamu kendala selama tiga bulan masa operasional awal sejak November 2025 lalu terkait ketersediaan air karena kondisi geografis yang berbukit.
“Daerahnya berbukit sehingga sempat minim air, tetapi saat ini sudah ditanggulangi. Pemerintah daerah, khususnya Bapak Bupati, sangat membantu kami. Progresnya sedang berjalan, kemungkinan dalam satu hingga dua minggu ke depan masalah air sudah teratasi sepenuhnya,” jelasnya optimis.
Saat ini, Yonif TP 886/Panjalu Jayati diperkuat oleh 651 personel yang terdiri dari perwira, bintara, dan tamtama. Jumlah tersebut mencakup sekitar 60 persen dari total Tabel Organisasi dan Personel (TOP) yang ditargetkan sebanyak 1.190 personel. (bahr/red)



