ODGJ Meninggal di Blitar, Begini Penjelasan Polisi

Blitar, Mataraman.net –  Warga Dusun Krajan, Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang pria di sebuah ladang pada Jumat (20/2/2026) malam. Korban diketahui berinisial M (76), warga setempat yang selama ini dikenal mengidap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kapolres Blitar, AKBP Rivanda melalui Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi yang sudah mengenaskan.

Peristiwa ini bermula dari kecurigaan seorang saksi mata berinisial J. Saksi merasa janggal karena korban yang biasanya terlihat beraktivitas di ladang depan rumahnya, sudah tidak tampak selama empat hari terakhir.

“Saksi J merasa curiga karena korban M, yang setiap harinya berada di ladang depan rumahnya, sudah sekitar empat hari tidak kelihatan,” ujar Aiptu Muheni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga :  Terlibat Balap Liar, Puluhan Kendaraan Diamankan Polres Trenggalek

Didorong rasa penasaran, saksi J kemudian mengajak saksi lain berinisial S serta beberapa warga untuk melakukan pencarian di area ladang yang kerap dijadikan tempat beristirahat oleh korban.

Pencarian tersebut membuahkan hasil memilukan; korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh yang mulai membengkak. Aiptu Muheni menambahkan berdasarkan kondisi fisik saat ditemukan, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari satu hari.

“Kondisi jenazah sudah membengkak, diperkirakan kematiannya sudah terjadi beberapa hari sebelum ditemukan,” tuturnya.

Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan Medis

Mendapat laporan dari Kepala Desa setempat, aparat kepolisian dari Polsek Lobar, Tim Inafis Satreskrim Polres Blitar, bersama tenaga medis dari Puskesmas Kademangan segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan evakuasi.

Baca Juga :  Tersengat Listrik Gardu PLN, Bocah di Blitar Meninggal

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan secara intensif oleh tim medis dan Tim Inafis, polisi menyatakan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa ini.

“Setelah dilakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban, tim tidak menemukan adanya bekas tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan,” tegas Muheni.

Pihak Keluarga Menolak Otopsi
Pihak keluarga korban yang hadir di lokasi kejadian menyatakan telah menerima kepergian M sebagai musibah. Mereka secara resmi menolak dilakukan tindakan otopsi lebih lanjut terhadap jenazah korban.

Pernyataan tersebut dikuatkan dengan pembuatan surat pernyataan resmi yang diketahui oleh Kepala Desa setempat. Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman secara layak. (bahr/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button