The Cooler Earth: Dewan Pers Ajak Jurnalis Tulis Isu Lingkungan Tak Membosankan

Jakarta, Mataraman.netIsu lingkungan tak henti-hentinya menarik untuk diperbincangkan. Terlebih bencana alam yang melanda belakang ini di Indonesia membuat banyak perhatian baik kalangan aktivis lingkungan maupun media.

Anggota Dewan Pers, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Periode 2025-2028, Abdul Manan mengungkapkan, jurnalis harus ikut mengawal isu lingkungan. Akan tetapi dalam menyampaikan kepada masyarakat atau pembaca seyogianya dikemas dengan menarik.

“Bagaimana mengemas isu lingkungan ini bisa menyampaikan kepada masyarakat akan mewujudkan lebih banyak literasi lingkungan. Dengan pendekatan yang lebih menarik dan tidak membosankan,” terang Abdul Manan dalam acara The Cooler Earth 2025 CIMB Niaga, di JCC Senayan Jakarta kemarin, Sabtu (13/12/2025).

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia periode 2017-2021 ini menambahkan seperti contoh aksi penanaman pohon banyak di berbagai daerah. Namun seorang wartawan sering melakukan adalah lebih banyak menulis penanaman pohon, tetapi tidak menulis pasca aksi penanaman pohon.

Baca Juga :  Mas Dhito Minta Museum Kediri Runtut Sajikan Sejarah Agar Siswa Zaman Sekarang Tertarik

“Ketika menanam 1 pohon apa kontribusinya kepada kedepan. Seberapa yang bisa menangkap karbon, itu yang dilakukan. Nah itulah akan membuat kontribusi,” ujarnya.

Abdul Manan juga memberikan contoh seperti program pembersihan Sungai Ciliwung. Banyak pewarta ialah hanya meliput pembersihnya hanya sekadar seremoni.

Tetapi apa yang terjadi jika sampai sampah tidak diambil di sungai tersebut. Lalu, juga belum dibahas apa yang terjadi terhadap pencemaran, ketika plastik tersebut merusak mata rantai di Sungai Ciliwung.

“Kalau hanya penjelasan menulis diri sendiri, itu sebenarnya wartawan itu harus mau belajar soal sains sederhana,” ajaknya di hadapan puluhan jurnalis.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi E DPRD-BPBD Jatim Edukasi Kesiapsiagaan Bencana ke SMAN 1 Kalidawir

Pria yang sebelumnya sebagai jurnalis senior dari Majalah Tempo ini tidak menampik dalam ekosistem media saat ini dalam menulis isu lingkungan kurang mendalam. Lantaran ada target bisa sampai 10 tulisan untuk mengejar adsense media tersebut. Sehingga mengabaikan tulisan-tulisan yang mendalam dan berdampak.

“Memiliki inisiatif yang baik kadang kadang media tidak menugaskan ke wartawan yang ada, apalagi wartawan media yang kadang kadang dituntut 10 berita supaya bisa mendapatkan banyak adsense. Gunakanlah kesempatan itu (fellowship) untuk liputan yang serius supaya menghasilkan karya,” pesannya. (bahr/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button