PCNU Trenggalek Imbau Warga Baca Qunut Nazilah untuk Perdamaian Global

Trenggalek, Mataraman.net – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Trenggalek menginstruksikan seluruh warga Nahdliyin di semua tingkatan untuk menggelar doa bersama dan pembacaan Qunut Nazilah. Instruksi ini dilakukan sebagai respons atas memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah serta demi menjaga kondusivitas di dalam negeri.
Ketua PCNU Trenggalek, KH Yusuful Hamdani, menyatakan, gerakan doa bersama ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurutnya, warga NU diminta melangitkan doa agar Indonesia dan dunia internasional senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.
“Berdasarkan instruksi dari PBNU, seluruh warga NU di semua tingkatan diminta untuk doa bersama dengan Qunut Nazilah. Tujuannya mendoakan agar situasi global dan Indonesia tetap dijaga oleh Allah, tetap dalam keadaan damai dan kondusif,” ujar kiai akrab disapa Gus Yusuf tersebut melalui sambungan telepon, Senin (2/3/2026).
Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah (Haya) Pule, menaruh perhatian khusus pada konflik yang melibatkan Iran serta negara-negara di kawasan tersebut. Ia menilai wilayah tersebut memang merupakan zona konflik dengan pola perselisihan yang terus berganti, namun sering kali berujung pada peperangan.
Beliau menyebut situasi di Timur Tengah sebagai bagian dari dinamika konspirasi global. Oleh karena itu, PCNU Trenggalek berharap agar kesepakatan damai segera tercapai guna menghentikan pertikaian yang terjadi.
“Kita tahu selama ini kawasan tersebut selalu konflik. Meskipun pola konfliknya berbeda-beda, sebenarnya daerah itu memang zona konflik; negara-negara yang terbiasa mudah berperang. Kita hanya berharap jangan sampai dampaknya meluas secara sosial ke wilayah Indonesia,” terangnya.
Selain mendoakan perdamaian dunia, Gus Yusuf juga mengimbau warga untuk mendoakan keselamatan warga NU yang berada di daerah-daerah konflik. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat satu jemaah asal Trenggalek yang belum bisa kembali ke tanah air usai umrah.
“Ada satu jemaah kita yang masih tertahan di sana karena sakitnya kambuh. Jadi, ada satu orang yang belum pulang,” ungkap kiai muda tersebut.
Terkait kebijakan pemberangkatan umrah pada momentum Maulid Nabi mendatang, Gus Yusuf menjelaskan bahwa pihaknya belum mengambil keputusan resmi. Hal ini dikarenakan waktu pelaksanaan yang masih cukup lama serta melihat perkembangan situasi keamanan internasional.
“Kalau pemberangkatan umrah saat Maulid, kita belum bisa ambil keputusan karena waktunya masih jauh. Artinya, ada kemungkinan saat Maulid nanti kondisi sudah kembali normal lagi,” pungkasnya. (bahr/red)



