Kediri, Mataraman.net – Semarak peserta Dhoho Night Carnival (DNC) 2025 dalam rangka Hari Jadi (Harjad) ke-2146 Kota Kediri terlihat meriah. Salah satunya Kontingen PT Gudang Garam (GG) mengambil tema ‘Samudra Kasetya’ memukau ribuan penonton.
Kepala Bidang Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tri Cahyono menerangkan, keikutsertaan dalam karnaval ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam melestarikan budaya dan mempromosikan pesan keberlanjutan lingkungan.
Melalui tema Samudra Kasetya, perusahaan yang bergerak di produksi rokok ini ingin menghadirkan keindahan legenda Nusantara dan selaras dengan tema ‘Glow Green 2025.
“Yang bukan hanya menampilkan visual memukau, tetapi juga menyampaikan pesan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas,” terang Iwhan diterima pewarta, Sabtu (15/11/2025).

Semangat peserta sesuai tema DNC 2025 ‘Glow Green’ ini GG menekankan pada keseimbangan sekaligus keharmonisan antara manusia serta alam. GG sukses mengemas menghadirkan karya spektakuler berjudul ‘Samudra Kasetya: Janji Abadi di Laut Selatan’
Iwhan menambahkan arti Kasetya sesuai Bahasa Jawa memiliki makna kesetiaan, menggambarkan ikatan spiritual abadi antara Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul, sang Ratu Laut Selatan.
“Ini memadukan keindahan visual, kekuatan musik tradisional, dan filosofi Budaya Jawa dalam kemasan modern dan ramah lingkungan,” bebernya.
Tampak di depan iring-iringan Ratu Nyi Roro Kidul penari menampilkan performance luar biasa di panggung kehormatan yang dilihat oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowim beserta tamu kehormatan.
Gemerlap lampu hijau, pantulan cahaya laut, dan aroma dupa akan menghiasi langit Kediri di malam hari. Penonton diajak menyelami perjalanan spiritual Panembahan Senopati, seorang raja muda yang mencari restu alam semesta untuk mendirikan Kerajaan Mataram.
Pencarian itu membawanya pada pertemuan takdir dengan Nyi Roro Kidul dalam kisah cinta, kesetiaan, dan kekuasaan yang melampaui batas dunia.
Pertunjukan dibuka dengan adegan semedi Panembahan Senopati di bawah cahaya purnama. Kabut lembut menyelimuti panggung, diiringi suara ombak dan gamelan yang mendayu.
Dalam kesunyian malam, muncul sosok Nyi Roro Kidul berbalut busana hijau zamrud yang berkilau lembut, simbol dari kekuatan alam laut yang suci. Ia mengajak Senopati menembus gerbang samudra menuju istana bawah laut, dalam adegan yang penuh efek cahaya hijau dan biru toska yang memukau.
“Di sanalah terjadi pernikahan spiritual, sebuah penyatuan dua dunia yang melahirkan keseimbangan antara darat dan laut,” bebernya.
Dalam momen sakral itu, Nyi Roro Kidul berpesan, ‘Kekuatan sejati bukan dari pedang, melainkan dari keseimbangan antara darat dan laut.’
Nuansa mistik diperkuat dengan pancaran cahaya keemasan dan permainan bayangan di atas panggung. Para penari Bedhaya Ketawang tampil anggun, sembilan sosok menari dalam harmoni, sementara bayangan samar kehadiran “penari kesepuluh” muncul di tengah mereka. Inilah simbol kehadiran gaib sang Ratu Laut.
Start di Alun-alun Kota Kediri penonton memenuhi jalan raya yang tumplek blek di sepanjang jalur. Finish di Balaikota Kediri, seluruh peserta menampilkan tarian khas masing-masing daerah. (bahr/red)
Kontingen Gudang Garam, Dhoho Night Carnival 2025, Nyi Roro Kidul, Samodra Kasetyo,







