Pemerintahan

Kurs Rupiah Merosot, Ketum MUI Minta Sinergitas Otoritas Keuangan-Pemerintahan

×

Kurs Rupiah Merosot, Ketum MUI Minta Sinergitas Otoritas Keuangan-Pemerintahan

Sebarkan artikel ini
Kurs Rupiah Merosot, Ketum MUI Minta Sinergitas Otoritas Keuangan-Pemerintahan
Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar. (bahr)

Kediri, Mataraman.net – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2025-2030, KH Anwar Iskandar meminta peran pemerintah, otoritas keuangan hingga otoritas politik untuk tidak jalan sendiri-sendiri. Permintaan itu terkait melemahnya nilai rupiah terhadap dollar Amerika dalam beberapa hari terakhir.

Hal itu disampaikan Ketua MUI dalam konferensi pers bersama awak media di kediamannya di Pondok Pesantren Al-Amien Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota Kediri, Jawa Timur. Menurutnya kondisi ekonomi Indonesia saat ini 2026 nilai rupiah sedemikian jatuh hampir ke angka Rp 17.000 per dolar.

“Itu suatu indikator ekonomi yang tidak baik. Tidak baik. Nah, oleh karena itu kemudian Menteri Keuangan, Menteri Sekretaris Negara, kemudian kepala Gubernur Bank Indonesia, Perry Wahyono dan DPR rapat di Istana,” ujar KH Anwar Iskandar, Kamis (22/1/2026).

Dari pertemuan itu, agar kebijakan dari pemegang otoritas keuangan, baik yang memegang otoritas di bidang fiskal maupun moneter itu bisa bersinergi. Sehingga jangan sampai berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Antusias Saksikan Festival Balon Udara di Tulungagung

“Kalau berjalan sendiri tanpa menghitung akibat yang lebih berat nanti ya seperti ini. Untung kemarin itu segera diatasi. Nah itu. Jadi saya pikir agar supaya kondisi itu tidak menjadi alat untuk menghancurkan sebuah negara itu,” imbuhnya.

Kiai yang juga sebagai pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien, Kota Kediri ini mengaku di zaman modern ini, penjajahan dan penghancuran negara itu tidak tidak harus dengan senjata.

Melalui ekonomi tersebut, Gus War sapaan akrab beliau ini dengan nilai rupiah menurun bisa dibuat alat untuk menghancurkan sebuah negara. Selain itu, juga seperti uang tidak beredar di masyarakat sehingga menjadi tidak produktif.

“Pun juga nilai tukar sangat tinggi misalnya. Itu bisa hancur untuk negara,” jelasnya.

Baca Juga :  Bakesbangpol-PWI Tulungagung Bagikan 100 Bendera, Bangkitkan Nasionalisme Warga

Kiai yang juga Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini meminta kunci dari persoalan ini satu, barangkali kali pemegang-pemegang otoritas keuangan, baik di bidang fiskal maupun moneter, juga pemegang otoritas politik yakni DPR ini harus sering-sering bertemu untuk melakukan sinergitas.

“Jangan jalan sendiri-sendiri. Itu yang pertama, yang kedua. Uang itu harus harus apa ya harus produktif. Beredar di tengah-tengah masyarakat,” terangnya.

Gus War menerangkan ketika uang beredar tanpa didepositkan, ekonomi rakyat akan berjalan. Sebagai satu kapital, ekonomi berputar dengan sendirinya secara alami.

“Nah, dari sana nanti, pemerintah dapat pajak. Ketika ekonomi Itu berputar, pasti akan ada pajak. Penghasilan dari sana. Jangan uang kemudian dimasukkan ke deposit misalkan. Itu tidak baik,” tandasnya. (bahr/red)

 

Kurs Rupiah Merosot, Ketum MUI, Sinergitas Otoritas Keuangan, Pemerintahan,