News

Kasus PMK di Trenggalek Kembali Muncul, 22 Ternak Terjangkit

×

Kasus PMK di Trenggalek Kembali Muncul, 22 Ternak Terjangkit

Sebarkan artikel ini
Januari 2026, Kasus PMK di Trenggalek Kembali Muncul, 22 Ternak Terjangkit
Vaksinasi sapi di Trenggalek menyusul ditemukannya 22 kasus PMK. (Dokumen Disnakkan)

Trenggalek, Mataraman.net –  Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali ditemukan di Kabupaten Trenggalek seiring dengan masuknya musim penghujan. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Trenggalek mencatat adanya tren peningkatan kasus yang signifikan sejak akhir tahun 2025 hingga Januari 2026.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek, drh Ririn Hari Setiani mengungkapkan, kemunculan kasus ini terdeteksi sejak Desember 2025. Pada bulan tersebut, ditemukan 7 kasus di Desa Siki, Kecamatan Dongko, yang mengakibatkan satu ekor pedet (anak sapi) mati.

“Pada bulan Januari ini, laporan yang masuk ke kami sudah mencapai 22 kasus,” ujar drh. Ririn saat memberikan keterangan, Kamis (22/1/2026).

Dengan rincian di Desa Siki ada 1 yang sakit namun sudah sembuh. Kemudian di Desa Sumurup Kecamatan Bendungan ada 11 ekor. Lalu, di Desa Parakan terdapat 10 ekor yang saat ini masih dalam proses pengobatan.

Baca Juga :  Masuk ke Alfamart, Produk UMKM Makaronimu Makin Dikenal

Ririn menjelaskan seluruh ternak yang terjangkit merupakan jenis sapi potong. Berdasarkan penelusuran riwayatnya, penularan diduga kuat berasal dari aktivitas pembelian ternak baru dari luar daerah oleh peternak.

“Penyebabnya sering kali karena ada peternak yang membeli ternak baru, lalu menulari satu kandang hingga merembet ke tetangganya. Bahkan, terkadang pemicunya terlihat sepele, seperti hanya membeli kambing baru namun membawa virus bagi sapi yang ada,” imbuhnya.

Menanggapi kondisi tersebut, pihak Disnakkan Trenggalek telah melakukan langkah-langkah darurat. Ririn mengatakan sudah mendistribusikan disinfektan serta vitamin suportif kepada para peternak yang melaporkan kasus agar dapat diaplikasikan secara mandiri.

Baca Juga :  85 Ribu Warga Tulungagung-Trenggalek Menunggak BPJS Kesehatan Total Rp 68,8 Miliar

Terkait ketersediaan vaksin, drh. Ririn menyatakan bahwa stok dari tahun 2025 masih mencukupi. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan peternak sapi perah di wilayah Bendungan untuk melakukan vaksinasi ulang.

“Kami sudah memberikan beberapa dosis vaksin ke wilayah Bendungan untuk diaplikasikan sendiri. Berdasarkan catatan kami, vaksinasi terakhir dilakukan pada Juli lalu, sehingga bulan Januari ini memang sudah memasuki waktunya untuk vaksinasi kembali,” tandasnya.

Sampai saat ini, Disnakkan terus melakukan pendataan sisa stok vaksin secara terperinci guna memastikan seluruh wilayah rawan dapat terjangkau oleh program vaksinasi lanjutan. (bahr/red)