Imam Rojikin Ajak Santri Pagar Nusa Bersama-sama Majukan Organisasi di Tulungagung
Tulungagung, Mataraman.net – Pembina Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kecamatan Besuki, Imam Rojikin, mengajak seluruh santri Pagar Nusa di Kabupaten Tulungagung untuk mempererat persatuan. Ia menekankan, sinergi dan kolaborasi antarkader menjadi kunci utama untuk memajukan organisasi dan membangun citra positif di mata masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Imam Rojikin dalam acara diskusi santai bersama perwakilan Ketua PAC Sendang dan PAC Gondang di salah satu kedai wilayah Desa Rejosari, Kamis malam (5/2/2026).
“Kita tidak bisa menjadikan Pagar Nusa ini hebat kecuali dengan cara bersama-sama. Peran serta rekan-rekan semua yang nantinya akan membentuk citra Pagar Nusa ke depannya seperti apa,” ujar Imam Rojikin di hadapan para kader.
Imam menjelaskan bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak hanya terletak pada struktur organisasi secara formal, tetapi juga harus mampu menyelami arus bawah. Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuannya mengubah tatanan sosial menjadi lebih harmonis, termasuk merangkul pihak-pihak yang sebelumnya dianggap sebagai rival.
Dalam kesempatan tersebut, Imam juga menyoroti pentingnya penempatan orang-orang yang kompeten di setiap bidang atau divisi organisasi. Ia menyayangkan adanya potensi intervensi jabatan yang dapat menghambat profesionalisme, terutama jika pimpinan memiliki keterikatan dinas yang rentan ditekan oleh kepentingan luar.
“Supaya ketua tidak bekerja sendirian, semua bidang harus dikerjakan oleh para divisi dan orang yang kompeten di bidangnya. Contohnya dalam hal prestasi atlet, kita harus melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman luar biasa di bidang tersebut,” tuturnya.
Ia juga berkomitmen untuk mengelola organisasi secara transparan dan akuntabel, terutama dalam hal keuangan. Imam berencana memanfaatkan teknologi informasi, seperti situs web dan media sosial, untuk memublikasikan setiap kegiatan serta laporan keuangan organisasi agar dapat diakses oleh seluruh anggota.
“Intinya, semua akan kita jalankan secara akuntabel. Sekarang zaman teknologi, semua harus berdasarkan data dan dibuat se-transparan mungkin,” tambahnya.
Senada dengan Imam, salah satu tokoh Pagar Nusa, Mas Toni, yang hadir dalam pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya kembali ke aturan dasar organisasi yakni PD/PRT (Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga).
Ia berharap permasalahan administratif yang sempat terjadi di masa lalu, seperti kendala pengurusan Kartu Tanda Anggota (KTA), tidak terulang kembali.
“Kebersamaan adalah kunci. Jika kita berkomitmen untuk melebur dan menyatu, Pagar Nusa bisa kembali meraih masa kejayaan, termasuk dalam prestasi kejuaraan,” kata Mas Toni.
Di akhir naskah, Imam Rojikin menegaskan bahwa dirinya siap menghibahkan tenaga dan pikirannya demi kemajuan Pagar Nusa Tulungagung. Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi PAC di seluruh wilayah untuk memberikan saran dan kritik demi kebaikan organisasi di masa depan. (bahr/red)



