PemerintahanTulungagung

BPBD Tulungagung Petakan Daerah Rawan Bencana, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

×

BPBD Tulungagung Petakan Daerah Rawan Bencana, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
BPBD Tulungagung  Petakan Daerah Rawan Bencana, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Tulungagung. (bahr)

Tulungagung, Mataraman.net –  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Bulan Oktober ini di Jawa Timur masuk musim penghujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung sudah memetakan daerah potensi rawan bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson P. Nadeak menerangkan kurang lebih ada 700 personel gabungan dalam kesiapsiagaan bencana. Adapun hasil pemetaan rawan bencana dari BPBD Tulungagung, wilayah barat biasa terjadi tanah longsor. Lalu, wilayah selatan banjir. Wilayah timur potensi terjadi angin kencang dan puting beliung.

“Kita petakan yang dulunya selatan sekarang agak geser ke arah wilayah timur,” jelas Robinson di halaman Pemkab Tulungagung, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga :  Resmi Nakhodai Orado Tulungagung, Michail Komitmen Solidkan Cabor Domino
BPBD Tulungagung  Petakan Daerah Rawan Bencana, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson P. Nadeak. (bahr)

Langkah mitigasi yang dilakukan BPBD Tulungagung yaitu mengimbau kepada masyarakat supaya tetap waspada. Terlebih di daerah rawan bencana. Selain itu juga untuk terus memantau perkembangan informasi pada situs resmi BMKG maupun BPBD.

“Namanya juga prediksi BMKG memprediksi maka kami mengimbau tetap hari hari dan waspada terhadap cuaca yang cukup ekstrem. Kejadian kapan kita tidak bisa mengetahui,” pungkasnya.

Sementara, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menjelaskan langkah-langkah yang harus segera dilakukan berfokus pada mitigasi risiko untuk meminimalisir dampak bencana. Selain itu, Bupati meminta kesiapsiagaan seluruh aparat dan elemen masyarakat ditingkatkan.

“Menyiapkan seluruh aparatur Polri, TNI, Basarnas, instansi vertikal, dan relawan kebencanaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana, dan melakukan imbauan, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat untuk menghadapi bencana hidrometeorologi,” papar Gatut Sunu. (bahr/red)

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-80 RI, Stand Makan Gratis Desa Jatimulyo Diserbu Pengunjung