BMKG Stasiun Geofisika Pastikan Masyarakat Sudah Mengerti Mitigasi Potensi Gempa Bumi

Malang, Mataraman.net –  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang memastikan masyarakat pesisir pantai selatan sudah terlatih untuk mititgasi bencana. Pasalnya, di wilayah pesisir pantai selatan di Pulau Jawa rawan terjadi gempa bumi dan tsunami.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ma’muri, mengungkapkan bahwa di wilayah selatan Jawa, termasuk juga Kabupaten Malang memiliki potensi yang sama adanya gempa megantrust atau gempa berkekuatan besar.

“Potensi megantrust memang sejauh ini tidak hanya di wilayah Jawa Timur, tetapi di wilayah Selatan Pulau Jawa ada potensi. Gempa bisa menimbulkan potensi tsunami dari situ kita harus antisipasi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Terutama dalam mitigasi seandainya terjadi bencana itu,” ujar Ma’muri saat dikonfirmasi, Minggu (3/8/2025).

Baca Juga :  SIKARISMA, Pasien Dapat Obat dengan Cepat Tanpa Antre di RSUD dr Iskak Tulungagung

Perihal titik pemetaan yang sudah dilakukan, ia mengaku sudah hampir seluruhnya disimulasikan terkait potensi gempa dan tsunami. Hal ini dilakukan sudah berbentuk model simulasi, serta memastikan bahwa titik kumpul hingga titik evakuasi memang benar-benar aman dari zona adanya tsunami.

“Sehingga BPBD atau pemerintah daerah dalam hal ini memastikan titik-titik kumpul yang disiapkan oleh pemerintah daerah itu berada di posisi aman dari tsunami,” paparnya.

Dirinya mengaku, perihal EWS maupun penanda lain merupakan kewenangan dari Pemerintah Kabupaten Malang melalui BPBD Kabupaten Malang. Saat ini masih ada dua Early Warning System (EWS) yang terpasang di wilayah selatan Kabupaten Malang.

“Kalau di wilayah Malang Kebetulan kami ada Kampung Relawan Kebencanaan ada di Desa Tambakrejo. Kalau EWS ada dua, di Tambakrejo dan di Sendang Biru,” bebernya.

Baca Juga :  Stok BBM di Kediri-Tulungagung Aman hingga Arus Balik, Masyarakat Diimbau Tidak Panik

Selain itu, langkah yang dilakukan dalam memitigasi bencana juga sudah terpasang rambu-rambu dari pemerintah daerah. Mulai rambu jalur evakuasi dan titik kumpul dan penanda lain terpasang di beberapa lokasi.

“Harapannya seandainya memang terjadi bencana, masyarakat sudah paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa maupun tsunami,” akuinya.

Ma’muri mengimbau kepada masyarakat seperti halnya saat hujan harus bersiap menggunakan payung. Sama halnya ketika ada bencana, masyarakat harus siap memitigasi bencana yang sudah ditetapkan dan dipelajari untuk meminimalisir terjadinya korban.

“Mudah-mudahan dengan itu semua masyarakat bisa melakukan apa yang mereka harus dilakukan ketika gempa bumi terjadi,” tandasnya. (bahr/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button