Atasi Kelangkaan, Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg ke Keresidenan Kediri
Kediri, Mataraman.net – Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Karesidenan Kediri, khususnya Kabupaten Tulungagung dan Blitar, dalam kondisi aman. Langkah ini diambil guna merespons laporan warga terkait kesulitan mendapatkan tabung melon di tingkat pengecer dalam beberapa hari terakhir.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyatakan terus melakukan pemantauan masif di lapangan. Upaya ini bertujuan untuk memastikan distribusi energi tetap sasaran dan mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Isu kelangkaan ini mencuat pada Rabu (18/2), saat warga mengeluhkan sulitnya mencari LPG 3 kg di warung dan toko kelontong. Selain stok yang terbatas di level pengecer, harga jual di masyarakat dilaporkan melonjak hingga mencapai Rp 20.000 per tabung.
Menanggapi situasi tersebut, Ahad Rahedi menjelaskan kenaikan konsumsi memang lazim terjadi saat memasuki Bulan Suci Ramadan karena meningkatnya aktivitas rumah tangga dan UMKM. Namun, berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) bersama pemerintah daerah setempat, ditemukan indikasi lain yang mengganggu stabilitas stok.
“Hasil temuan di lapangan menunjukkan adanya indikasi pembelian dari luar wilayah Tulungagung dan Blitar. Hal inilah yang berdampak pada stabilitas stok di daerah setempat,” ujar Ahad dalam keterangan resminya, Sabtu (21/2/2026).
Ia menerangkan sebelumnya Pertamina telah melakukan mitigasi. Yaitu melalui penyaluran fakultatif atau tambahan di luar kuota reguler untuk mengantisipasi libur panjang Imlek dan persiapan Ramadan.
“Detail penyaluran tersebut meliputi Kabupaten Tulungagung 33.000 tabung. Lalu, Kabupaten Blitar: 32.000 tabung serta Kota Blitar 6.000 tabung,” jelasnya.
Melihat dinamika di lapangan saat ini, Pertamina kembali mengucurkan extra dropping (penyaluran tambahan) guna menstabilkan kondisi. Kota Blitar mendapatkan tambahan sebanyak 6.000 tabung.
“Sementara Kabupaten Blitar menerima 34.000 tabung tambahan,” ulasnya.
Ahad menegaskan Pertamina tidak segan-segan menindak agen maupun pangkalan yang kedapatan melanggar aturan distribusi atau tidak disiplin dalam pencatatan penjualan ke konsumen akhir.
“Ketika ada salah satu ketentuan yang tidak dipatuhi oleh pihak agen atau pangkalan resmi Pertamina Patra Niaga, maka akan diberikan sanksi berupa penghentian alokasi sampai dengan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” tegasnya.
Ahad Rahedi juga menambahkan saat ini stok di level pangkalan dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan panic buying dan selalu membeli LPG di pangkalan resmi.
Ia mengaku informasi penting bagi konsumen, Harga Eceran Tertinggi (HET): Rp 18.000 di pangkalan resmi. Dengan catatan lokasi Pangkalan: Dapat dicek melalui subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg.
Layanan Aduan: Hubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.
Melalui pembelian di pangkalan resmi, masyarakat tidak hanya mendapatkan harga sesuai ketetapan pemerintah, tetapi juga jaminan kualitas dan kuantitas isi tabung yang akurat. (bahr/red)



