Tulungagung, Mataraman.net – Jelang akhir tahun 2026, pembangunan infrastruktur di Tulungagung masih di angka 49 persen. Padahal, alokasi anggaran infrastrultur sepanjang tahun ini mencapai Rp279 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan memang progres pembangunan infrastruktur di Tulungagung masih kecil. Namun sebenarnya, semua proyek pembangunan infrastruktur sudah jalan dan mulai berproses.
“Kalau dari serapan anggaran memang kecil, tetapi sebagian pekerjaan masa penyelesaiannya antara 95 sampai 100 hari, jadi anggaran baru ambil uang muka saja. Tapi dari sisi teknis pekerjaan sudah mulai,” kata Galih Nusantoro, Minggu (8/11/2026).
Secara rinci, pada tahun 2026 total anggaran infrastruktur di Tulungagung mencapai Rp279 miliar. Sedangkan total pekerjaan infrastruktur yang sudah terdaftar sepanjang tahun ini mencapai sebanyak 130 paket.
Kemudian dari 130 paket pekerjaan, saat ini sebanyak 99 persennya sudah terbit surat perintah kerja (SPK). Meski begitu, Galih optimis penyelesaian proyek dan serapan anggaran infrastruktur mampu mencapai 95 persen dalam dua bulan ini.
“Kami optimis target di akhir tahun 2026 bisa mencapai angka 95 persen, baik untuk pekerjaan infrastruktur dan serapan anggaran,” ungkapnya.
Galih mengaku terdapat sejumlah proyek yang sebenarnya telah direncanakan namun harus gagal lelang. Totalnya ada sekitar dua proyek yang gagal lelang dan harus direncanakan lelang ulang pada tahun 2027.
Kedua proyek itu merupakan pekerjaan tembok penahan jalan (TPJ) di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang. Gagalnya proses lelang pada dua proyek ini kemungkinan karena faktor teknis yakni medan di lokasi pekerjaan yang cukup curam.
“Anggaran untuk pekerjaan TPJ di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang yang gagal lelang nilainya sekitar Rp3 miliar,” pungkasnya. (sal/red)



