Tulungagung, Mataraman.net – Pemkab Tulungagung melakukan penelusuran terhadap warga yang diduga menjadi korban kecelakaan kapal motor penumpang (KMP) Virgo di perairan Laut Jawa. Saat ini, baru sebanyak tiga kecamatan yang melapor adanya warga yang menjadi korban KMP Virgo.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmadji mengatakan, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin telah memberikan instruksi untuk melakukan penelusuran korban KMP Virgo asal Tulungagung. Sesuai instruksi itu, proses penelusuran harus segera dilakukan melalui metode jemput bola.
“Sebagai tahap awal jemput bola, kami berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kecamatan di Tulungagung untuk menggali informasi warganya yang menjadi korbab KMP Virgo,” kata Sudarmadji, Minggu (20/9/2026).
Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai warga Tulungagung yang menjadi korban maupun yang masih hilang. Proses koordinasi dilakukan dengan meminta masing-masing Camat memeriksa warganya.
Informasi dari masing-masing kecamatan kemudian menjadi dasar BPBD untuk memetakan warga yang terlibat kecelakaan itu. Sampai saat ini, baru ada tiga kecamatan yang melaporkan adanya warganya yang menjadi korban KMP Virgo.
“Dari 19 kecamatan, baru tiga kecamatan yang melapor yakni di Kecamatan Kedungwaru, Campurdarat dan Besuki,” ungkapnya.
Secara rinci, di Kecamatan Kedungwaru ada dua korban yang dinyatakan hilang dan keduanya dari Desa Majan. Diantaranya Danil Iswahyudi (50) dan Sukardi (51) dimana keduanya merupakan sopir dan kernet truk.
Serta ada satu orang selamat yakni Apriyanto (34) warga Desa Ringinpitu yang saat ini berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kemudian, ada juga Yuli Purwanto warga Desa/Kecamatan Besuki dan satu orang lainnya warga Kecamatan Camputdarat.
“Jadi totalnya ada lima orang dari tiga kecamatan yang menjadi korban KMP Virgo, dimana satu orang dalam keadaan selamat,” jelasnya.
Proses pendataan ini masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah pasti korban KMP Virgo asal Tulungagung. Apabila jumlahnya sudah pasti, Pemkab Tulungagung berencana untuk mengunjungi keluarga korban.
“Data ini masih kami lakukan pemutakhiran. Kami terus berkoordinasi dengan kecamatan dan pihak terkait untuk memastikan identitas maupun kondisi warga Tulungagung yang terdampak,” pungkasnya. (sal/red)



