Harga Melambung, 988 Hektare Lahan Tanaman Tembakau di Tulungagung Siap Panen

Tulungagung, Mataraman.net -Komoditas tembakau di Kabupaten Tulungagung mencatatkan performa positif pada musim tanam tahun 2026. Pasalnya, harga tembakau di Tulungagung diklaim yang paling tinggi dibanding wilayah lain.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung, Suyanto mengatakan, luas lahan tanaman tembakau di Tulungagung mencapau seluas 988 hektare. Sedangkan rata-rata produktivitas lahan tanaman tembakau sebesar 21 ton per hektare.

“Dikarenakan ini masih baru saja panen, kami belum bisa memastikan total hasil pamen tembakau, tetapi satu hektare lahan bisa menghasilkan 21 ton tembakau rajangan kering,” kata Suyanto, Rabu (16/9/2026).

Secara kualitas, tembakau asal Tulungagung terbukti memiliki kualitas unggul dibanding daerah lain. Pasalnya, tanaman tembakau di Tulungagung didominasi varietas unggulan seperti Gagang Sidi dan Gagang Rejeb.

Baca Juga :  Pemkab Tulungagung Siapkan Rp3 Miliar Anggaran BTT untuk Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Kualitas yang unggul itu memberikan dampak langsung pada lonjakan harga jual ditingkat petani tembakau. Apalagi, tembakau asal Tulungagung selalu habis terjual untuk memenuhi kebutuhan tembakau di pasar lokal.

“Selain karena varietas unggulan, harga jual tembakau di Tulungagung yang tinggi itu juga karena habis untuk memenuhi pasar lokal seperti penjualan eceran, hingga kebutuhan tingwe (linting dewe),” ungkapnya.

Secata rinci, untuk haega tembakau rajangan kering di Tulungagung saat ini harganya tembus Rp130 ribu per kilogram. Harga ini termasuk yang paling tinggi dibanding dengan daerah lain yang hanya dikisaran Rp80 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Menakar Komitmen Calon Kepala Daerah di Pilkada 2024 dalam Mewujudkan Pembangunan Ekonomi dan Tantangan Merumuskan Kebijakan Lingkungan yang Berkelanjutan untuk Pengurangan Kemiskinan di Daerah

Dispertan Tulungagung sendiri tidak menargetkan capaian hasil panen tembakau sepanjang tahun 2026. Namun, kondisi musim kemarau panjang saat ini juga dinilai sangat mendukung proses penanaman hingga pengeringan.

“Petani tembakau kita tetap bersemangat membudidayakan tembakau karena dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan komoditas pertanian lainnya,” pungkasnya. (sal/red)

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Perubahan APBD 2026 Tulungagung Disetujui, Defisit Anggaran Capai Rp477,6 Miliar

Tulungagung, Mataraman.net - Legislatif dan eksekutif di Tulungagung telah menyetujui Ranperda tentang Perubahan APBD tahun 2026. Hasilnya, pendapatan daerah justru mengalami penurunan, sedangkan belanja...