Tulungagung, Mataraman.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan menjelang momentum Suroan dan kegiatan budaya masyarakat utamanya kegiatan pencak silat.
Bertempat di Plumpung Garden Desa Gesikan Kecamatan Pakel, agenda koordinasi dan kolaborasi bertajuk Jagong Menjelang Suro, dialog lintas elemen masyarakat untuk merawat kerukunan dan kondusifitas daerah ‘Jogo Tulungagung’.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Bahrudin, yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, menyatakan agenda Suroan dan pengesahan merupakan kegiatan rutin tahunan yang patut didukung.
Kendati demikian, Pemkab Tulungagung menekankan pentingnya komitmen bersama dalam merawat toleransi. Sehingga seluruh elemen dan seluruh perguruan bisa bersama-sama berjalan dengan baik.
“Kami sangat mendukung apa yang menjadi kegiatan rutinitas dari teman-teman perguruan silat di Tulungagung, baik itu Pagar Nusa, Kera Sakti, PSHT, maupun perguruan lainnya yang masih banyak lagi,” ujar Agus Prijanto Utomo, usai kegiatan, Jum’at (5/6/2026).
Agus menjelaskan Pemkab Tulungagung bersama Polres, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kejaksaan, dan jajaran Forkopimda lainnya, menghendaki agar situasi kamtibmas di Tulungagung selalu berjalan dengan baik.
Pihaknya sengaja mengumpulkan para pendekar pencak silat sebagai bentuk pengingat dini sebelum rangkaian kegiatan Suroan resmi dimulai.
Dikatakannya, ada pesan khusus dari Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Bahrudin, yang meminta seluruh pesilat untuk mengedepankan nilai-nilai persaudaraan.
“Poin yang dipesankan dalam sambutan Bapak Plt. Bupati Tulungagung adalah agar kita semua tetap menjaga situasi yang kondusif dan merawat persaudaraan. Adat ketimuran juga harus tetap kita dahulukan karena pada hakikatnya kita semua ini adalah saudara,” tegasnya.
Agus mengaku demi memastikan situasi tetap terkontrol dan kondusif, pemerintah tidak akan berhenti pada pertemuan malam ini saja.
Pihak Pemkab bersama TNI dan Polri dipastikan akan menggelar rapat koordinasi (rakor) lanjutan secara berkala guna mematangkan skema pengamanan serta komunikasi di tingkat masyarakat.
Ia juga menegaskan esensi dari rangkaian koordinasi ini adalah demi memupuk semangat nasionalisme dan kedaerahan yang positif.
“Tujuan utama kita adalah menjaga Tulungagung. Seperti yang disuarakan tadi, jaga Indonesia, jaga Tulungagung. Kita ingin situasinya selalu positif dan tidak terjadi perpecahan di kabupaten kita,” imbuhnya.
Agenda yang diinisiasi oleh Pemkab dan Polres Tulungagung tersebut dihadiri oleh perwakilan dari seluruh organisasi perguruan pencak silat yang eksis di Kabupaten Tulungagung.
Pihak Bakesbangpol berharap, seluruh elemen pesilat dapat menyepakati komitmen damai ini demi mewujudkan Tulungagung yang aman, tenteram, dan harmonis selama bulan Suro dan seterusnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kakesbangpol, Kabagops, Kasat Intel, Kapolsek Kota, kapolsek pakel dan beberapa kapolsek dan Kepala Desa Gesikan, serta tamu undangan lainnya. (and/red)



