Ini yang Perlu Diketahui Sejarah Besuki Bagi Pendekar-Santri Pagar Nusa

Tulungagung, Mataraman.net –  Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kecamatan Besuki, Tulungagung, menggelar kegiatan Halalbihalal yang dihadiri oleh ratusan pendekar dan tokoh masyarakat setempat. Momentum ini menjadi ajang penguatan silaturahmi sekaligus refleksi historis atas peran penting wilayah Besuki dalam sejarah berdirinya Tulungagung.

Ketua Pagar Nusa Seni Pencak Kurdho Manyuro (SPKM) Tulungagung, Imam Rojikin, dalam sambutannya menekankan pentingnya para pendekar dan santri Pagar Nusa memahami akar sejarah mereka. Menurutnya, kawasan Besuki memiliki catatan sejarah yang sangat krusial bagi khalayak umum.

“Sejarah mencatat bahwa kawasan Besuki memiliki tonggak sejarah yang harus diketahui oleh khalayak umum. Termasuk kepada para pendekar atau santri Pagar Nusa, harus mengerti sejarah,” ujar Imam Rojikin.

Baca Juga :  Imam Rojikin Ajak Santri Pagar Nusa Bersama-sama Majukan Organisasi di Tulungagung

Ia menjelaskan bahwa 821 tahun yang lalu, cikal bakal hari jadi Tulungagung bermula dari Besuki. Pada tahun 1205, kawasan ini dianugerahi status sebagai daerah perdikan atau wilayah bebas pajak sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan sumbangsih para prajurit dalam menghalau serangan Kerajaan Kertajaya.

“Ini sejarah yang tidak bisa dilupakan. Sebelum Kerajaan Singasari berdiri pada 1242, peristiwa Dhaha-Tumapel, hingga sebelum era Demak dan Surakarta, Besuki sudah berdiri. Mbah-mbah kita dahulu adalah prajurit,” tegasnya.

Peninggalan Arkeologis dan Identitas Pendekar

Imam juga menyinggung keberadaan Prasasti Lawadan yang berasal dari Keboireng dan kini tersimpan di Museum Wajakensis. Ia mengingatkan bahwa Tulungagung, khususnya Besuki, adalah rumah bagi manusia purba Homo wajakensis yang dikenal memiliki inteligensi tinggi di zamannya.

Baca Juga :  Tumbuhkan Empati, Pagar Nusa Kecamatan Kota Tulungagung Bagikan Seribu Takjil

Lebih lanjut, ia berpesan agar para anggota Pagar Nusa menjaga sikap dan tidak menyalahgunakan kemampuan silat mereka. Ia menekankan pentingnya sifat ta’awun (tolong-menolong) dan ta’aruf (saling mengenal).

“Malu kalau ada yang bertindak semena-mena (mayak) di Besuki. Pendekar harus punya sifat ta’awun dan ta’aruf. Sekarang eranya berbeda, aksi premanisme sudah tidak laku. Jika melihat kemungkaran, hati seorang pendekar harus bergetar dan menyelesaikannya dengan cara tabayun (klarifikasi),” imbuhnya.

Apresiasi dari Pemerintah Kecamatan

Senada dengan hal tersebut, Camat Besuki, Andik Andewiyanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi Pagar Nusa di wilayahnya. Ia berharap pertemuan ini dapat mempererat tali persaudaraan demi menciptakan stabilitas keamanan di Besuki.

“Mudah-mudahan pertemuan ini bisa menambah keakraban dan tali persaudaraan kita semua. Mari kita ciptakan Besuki yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif,” tutur Andik dalam arahannya.

Baca Juga :  Resmi Nakhodai Orado Tulungagung, Michail Komitmen Solidkan Cabor Domino

Andik menegaskan anggota Pagar Nusa yang didominasi oleh generasi muda merupakan aset bangsa yang sangat berharga. Ia pun mendoakan agar para pendekar tersebut tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang bermanfaat bagi agama dan negara.

“Ini adalah pemuda-pemudi yang merupakan aset bangsa, calon pemimpin masa depan. Saya doakan kalian menjadi orang-orang hebat yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan doa bersama. Pemerintah Kecamatan Besuki menyatakan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan positif organisasi kepemudaan dan pencak silat yang mampu bersinergi menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). (bahr/red)

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

PAC IPNU-IPPNU Ngunut Gelar “Pelajar Future Class”, Soroti Tantangan Pendidikan dan Sosial Generasi Muda

Tulungagung, Mataraman.net  — Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Ngunut menggelar seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Future Heroes: Pemuda dalam Tantangan Pendidikan...