Pemkab Apresiasi Musyda VII LDII Trenggalek: Berpartisipasi Dukung Proses Pembangunan

Trenggalek, Mataraman.net –  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Trenggalek menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) di Gedung Bhawarasa, Trenggalek. Pemkab Trenggalek mengapresiasi Musyda VI LDII ini, lantaran selama ini ikut mendukung proses pembangunan di daerah.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bakesbangpol Trenggalek, Sunyoto. Tema yang diambil ‘Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing dan Berakhlak Mulia untuk Mewujudkan Kota Atraktif Menuju Indonesia Emas 2045’ ini sejalan dengan keinginan Pemkab Trenggalek.

“Kami mengapresiasi sekali, apalagi tema yang dibuat oleh teman-teman LDII ini sangat mendukung proses pembangunan. Pembangunan kota atraktif Trenggalek,” ujar Sunyoto, Rabu (28/1/2026).

Pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek ini mengaku, potensi yang ada di LDII nanti bisa dikembangkan ke yang lebih mendalam agar bermanfaat di Trenggalek.

Baca Juga :  Bupati Lantik Soeroto Sebagai Penjabat Sekda Tulungagung Berdurasi 3 Bulan

“Tidak hanya atraktif saja juga nanti di proses pengembangan perekonomian, pendidikan, dan sebagainya,” tambahnya.

Sunyoto menyadari hari ini memang salah satu peran organisasi islam (ormas) dalam rangka untuk membantu proses pembangunan di Kabupaten Trenggalek ini memang dominan.

“Sehingga kita harus apresiasi hal-hal semacam ini. Malah kalau bisa kita bisa bantu melalui saluran-saluran yang memungkinkan seperti kalau di sini Bakesbangpol,” akuinya.

Senada, Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Moch Amrodji Konawi, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja kepengurusan DPD LDII Trenggalek di bawah kepemimpinan Hariyanto. Menurutnya, hubungan vertikal maupun horizontal yang dijalin selama lima tahun terakhir berjalan sangat harmonis.

“Hubungan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Forkopimda, hingga tingkat kecamatan berjalan bagus. Secara horizontal, sinergi dengan sesama ormas seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Kemenag, serta MUI juga terjalin dengan baik,” ujar KH Moch Amrodji Konawi.

Baca Juga :  Senyum 27 KK Terdampak Tanah Gerak Trenggalek, Kini Tempati Huntara

Ia menegaskan program kerja yang dijalankan LDII di tingkat daerah harus selaras dengan program pemerintah daerah. Amrodji menganalogikan Indonesia sebagai sebuah kapal besar yang harus dijaga bersama agar tidak tenggelam.

“Tidak boleh ada yang berseberangan. Kalau di Trenggalek semua adem ayem, insyaallah ibadah semua lancar,” imbuhnya.

Beliau juga menginstruksikan agar setiap Musyda disertai dengan dialog kebangsaan guna memperkuat komitmen warga negara. Tujuannya untuk mendapatkan pengetahuan wawasan kebangsaan.

“Harus disiapkan dialog kebangsaan seperti itu dalam rangka itu membangun kebangsaan sebagai warga negara Indonesia,” tutupnya. (bahr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button