Musker II MWCNU Besuki: Perkuat Sinergi Organisasi melalui Fikrah, Ghiroh, dan Harakah

Tulungagung, Mataraman.net – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Besuki menggelar Musyawarah Kerja (Musker) ke-2 di Tulungagung pada Minggu (25/1). Mengusung tema “Menguatkan Fikrah, Ghiroh, dan Harokah Kepengurusan MWCNU Besuki yang Berintegritas dan Terintegrasi dalam Berkhidmah Terbaik di Jam’iyyah NU”, kegiatan ini bertujuan untuk mengakselerasi gerak organisasi di tahun 2026.

Ketua MWCNU Besuki, Sapuan, menyatakan bahwa tema besar tersebut sengaja diambil dengan standar tinggi untuk menggugah semangat kolektif para pengurus. Ia menekankan pentingnya tiga pilar utama, yaitu fikrah (pemikiran yang membangun), ghiroh (semangat yang kontinu), dan harakah (pergerakan yang nyata).

“Seorang pengurus itu harus tahu dan mau. Tahu apa yang harus dilakukan dan mau melaksanakan. Ketiga hal ini—pemikiran, semangat, dan pergerakan—harus menyatu dalam diri kita masing-masing,” ujar Sapuan kepada seluruh peserta Musker II, Minggu (25/1/2026).

Baca Juga :  Penanggungjawab Mataraman.net Dulu Wartawan JTV, Kerjasama dengan Polres Trenggalek Grebek BBM Ilegal 24 Ton

Sapuan mengibaratkan perkembangan MWCNU Besuki layaknya sebuah kendaraan. Jika pada Musker pertama organisasi masih berada pada “persneling satu” atau bergerak perlahan, maka pada Musker kedua ini ia menuntut pengurus untuk naik ke “persneling dua” guna menyesuaikan akselerasi perkembangan zaman.

Sapuan juga menekankan aspek integritas dan integrasi dalam mengelola organisasi. Menurutnya, pengurus harus memiliki sifat konsisten, jujur, dan bertanggung jawab sesuai nilai-nilai etika Nahdlatul Ulama (NU).

Selain itu, ia mengingatkan agar seluruh elemen, mulai dari Lembaga hingga Badan Otonom (Banom), bergerak secara koheren berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Baca Juga :  Sabet 3 Medali Ajang Internasional, Tito Siswa Tulungagung Kembali Harumkan Indonesia

“Jangan sampai kebijakan organisasi didasarkan pada asumsi atau kebijakan pribadi yang tidak merujuk pada tata kelola organisasi. Hal itu akan membuat kita salah arah,” tegasnya.

Ketua MWC NU Besuki Safuan S. Ag - Musker II MWCNU Besuki: Perkuat Sinergi Organisasi melalui Fikrah, Ghiroh, dan Harakah
Ketua MWC NU Besuki, Safuan S.Ag (tengah). (foto:and)

Terkait pelaksanaan program, Sapuan menjelaskan bahwa Musker kali ini akan mengevaluasi hasil program tahun 2025 dan merancang agenda untuk tahun 2026.

Beliau menyoroti peran lembaga sebagai perangkat departementasi yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan. Sapuan memperingatkan akan adanya evaluasi bagi lembaga yang tidak menunjukkan pergerakan dalam setahun terakhir.

“Kami harap lembaga terus menguatkan pergerakannya. Lembaga yang sifatnya insidentil bisa bersinergi dengan lembaga potensial seperti Lazisnu untuk mengadakan program sosial seperti pengobatan gratis,” lanjutnya.

Baca Juga :  PAC IPNU-IPPNU Ngunut Gelar “Pelajar Future Class”, Soroti Tantangan Pendidikan dan Sosial Generasi Muda

Di akhir arahan, Sapuan memberikan pesan khusus kepada Banom, terutama yang berbasis umur seperti Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU. Ia mengingatkan bahwa Banom adalah pemegang estafet kepemimpinan masa depan, sehingga sinergi antarjenjang harus dijaga agar tidak terjadi stagnasi kader.

Melalui Musker II ini, MWCNU Besuki berharap seluruh pengurus dapat memberikan pengabdian atau khidmah terbaik dengan penuh keikhlasan, demi kemaslahatan masyarakat luas di masa mendatang. (bahr/red)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Petugas Lapas Tulungagung Berhasil Gagalkan Percobaan Penyelundupan Narkoba, Ternyata Ini Temuannya

Tulungagung, Mataraman.net - Upaya percobaan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Kelas IIB Tulungagung berhasil digagalkan oleh petugas. Hasilnya, puluhan butir pil psikotropia golongan IV...