Kediri, Mataraman.net – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan untuk Muktamar bakal dihelat secepatnya. Hal itu kesepakatan yang dihasilkan pertemuan Rapat Konsultasi Syuriyah, Rais Am KH Miftachul Akhyar bersama Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf beserta jajaran Mustasyar PBNU dan Sesepuh NU di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur.
Pertemuan berlangsung cukup lama. Hampir 3 jam sejak pukul 11.00 WIB. Berakhir hingga pukul 14.00 WIB lebih. Sementara dari jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, yaitu KH Abdullah Kafabihi, KH. Imam Buchori, KH. Mu’adz Thohir,, KH. Idris Hamid, H. Muhammad Nuh.
Lalu, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.
Sementara dari Pengurus Tanfidziyah PBNU, H Amin Said Husni. Lalu, dari Mustasyar PBNU yang hadir antara lain KH. Ma’ruf Amin, KH. Anwar Manshur, KH. Nurul Huda Djazuli, KH. Abdullah Ubab Maimoen, dan KH. Machasin.
Beliau menjelaskan akan diadakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya. Kemudian penyelenggaraannya diserahkan kepada PBNU dalam hal ini Rais Am dan Ketua Umum yang menjadi mandataris Muktamar Lampung dengan melibatkan Mustasyar.
“Termasuk melibatkan Sesepuh NU, pengasuh pesantren di dalam menentukan waktu, tempat dan kepanitiaannya. Kenapa demikian, Untuk menjaga kebersamaan dan keterbukaan pelaksanaan Muktamar 2025,” ujar Gus Mu’id kepada awak media, Kamis (26/12/2025).
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo Kediri sekaligus mewakili di Forum Konsultasi Syuriah, KH Abdul Mu’id atau Gus Mu’id menerangkan Rapat Konsultasi Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri berjalan lancar.
“Sebagai wujud tanggung jawab moral serta keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi jam’iyyah Nahdlatul Ulama, dan dengan niat tulus untuk para keutuhan serta kemaslahatan organisasi. Sehingga para Mustasyar PBNU, sesepuh, dan alim ulama Nahdlatul Ulama telah mengambil berbagai inisiatif musyawarah,” tambahnya.
Senada, Rais Syuriah PBNU, KH Muhibbul Aman Aly (Gus Muhib) menjelaskan bahwa pertama yng pertama yang perlu dicatat, boleh dicatat baik-baik, rapat ini adalah rapat Syuriah PBNU. Rapat ini yang menyelenggarakan oleh PBNU atas perintah Rais Am, hanya saja bertempat di Lirboyo.
Gus Muhib mengaku sehingga ini mengeluarkan keputusan resmi PBNU atas perintah Rais Am dengan mengundang dari Mustasyar, KH Yahya dan para Rais Syuriah.
“Saya garis bawahi rapat ini adalah rapat agenda usulan PBNU. Yang dilakukan PBNU atas perintah Rois Am. Jadi ini bukan keputusan pribadi tapi keputusan resmi. Hanya bertempat di Lirboyo,” ujar Gus Muhib.
Alasan yang Mempersatukan Kubu Sultan-Kubu Kramat
Sementara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjelaskan yang akhirnya menyatukan kedua belah pihak adalah kecintaan kepada Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Semua pihak menginginkan untuk kemaslahatan bersama bagi umat yang rahmatan lil ‘alamin.
“Kita semua ingin jamiyyah Nahdlatul Ulama untuk terus melanjutkan keberadaannya sebagai pembawa barokah dan maslahat umat, masyarakat bangsa dan negara,” ujar Gus Yahya kepada awak media.
Dirinya mengungkapkan tanggapan hasil pertemuan di Lirboyo ini selain syukur, juga ungkapan terima kasih. Yang ia tujukan kepada para sesepuh ulama, sesepuh mustasyar yang telah membimbing selama ini.
“Hari ini disepakati secara penuh dan bahwa selanjutnya akan diselenggarakan Muktamar yang normal dan legitimate. Dipimpin oleh Kiai Miftahul Akhyar sebagai Rais Am dan saya Yahya Cholil Tsaquf sebagai ketua umum,” terang Gus Yahya kepada awak media, Kamis, 25 Desember 2025.
Kiai yang pernah menempuh pendidikan Jurusan Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menerangkan bahwa hasil kesepakatan pada hari ini memutuskan keputusan-keputusan kedua belah pihak sebelumnya.
“Dengan otomatis,” ujarnya singkat.
Gus Yahya menerangkan setelah ini akan menindaklanjuti menuju Muktamar NU. Muktamar tersebut dinilai menjadi jalan islah kedua belah pihak yang.
“Setelah ini akan segera dilanjuti dengan langkah-langkah teknis menuju muktamar tersebut,” tandasnya.







