Kediri, Mataraman.net – Kakek Sihman (74) warga Jalan Gang Polsek Dusun/Desa Kras Kecamatan Kras Kabupaten Kediri akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jarak ditemukannya korban dengan lokasi kejadian terbilang jauh, yaitu sekitar 40 kilometer ke arah utara.
Kapolsek Ngadiluwih AKP Agung Saifudin mengaku bersyukur di hari ketiga pencarian, korban sudah ditemukan. Lokasi penemuan korban dengan terakhir kali hanyut cukup jauh di perbatasan Kediri-Nganjuk.
“Masuk wilayah Polsek Purwoasri,” ujar AKP Agung Saifudin saat dikonfirmasi pewarta sembari memberikan lokasi atau maps, Selasa (11/11/2025).

AKP Agung mengaku setelah ditemukan, Kakek Sihman langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Bhayangkara Kediri. Sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga.
“Jenazah di bawa ke RS langsung serahkan keluarga Korban, ” ujar AKP Agung Saifudin
Menurut AKP Agung, dari informasi yang ia terima, korban saat itu baru pulang dari rumah anaknya di Kecamatan Mojo. Korban pulang dengan mengendarai sepeda ontel atau sepeda angin.
Dalam perjalanan pulang, korban melewati Jembatan Wijaya Kusumo (JWK) yang membentang di atas Sungai Brantas yang mengalir dari selatan ke utara. Selepas jembatan, korban kemudian ke arah utara menyusuri jalan kecil, jalan menuju rumahnya.
Berdasarkan video rekaman CCTV, mendekati lokasi kejadian di Dusun Pagak, Desa Bangle, Ngadiluwih, korban lalu berbelok ke kiri ke arah penyeberangan. Padahal, semestinya korban berbelok ke kanan menuju rumahnya.
Jalan menuju dermaga penyeberangan agak menurun. Akibatnya, sepeda ontel yang dinaiki korban melaju tambah cepat. Saksi yang melihat korban sudah melambaikan tangan, karena arus deras akhirnya tidak bisa menolong.
“Mungkin ada kendala di pengereman sepeda ontel. Sehingga beliaunya korban terus terjungkir di sungai,” tandasnya. (bahr/red)







