Wakil Ketua Komisi E DPRD-BPBD Jatim Edukasi Kesiapsiagaan Bencana ke SMAN 1 Kalidawir

Tulungagung, Mataraman.net – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Jairi Irawan bersama BPBD Jawa Timur melakukan sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada 100 siswa dan guru di SMAN 1 Kalidawir Tulungagung. Hal ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir jatuhnya korban saat bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Tulungagung bagian selatan.

Jairi Irawan mengungkapkan, sosialisasi ini sekaligus pelatihan untuk siswa-siswi serta guru-guru SMAN 1 Kalidawir. Yaitu program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang ditujukan supaya siswa dan warga faham dengan kebencanaan serta siaga dengan kebencanaan.

“Terutama mengurangi risiko ketika terjadi bencana, semoga tidaklah. Ketika ada bencana, mereka sudah siap secara kapasitas dan penanganannya,” ujar Jairi Irawan kepada pewarta, Rabu (5/11/2025).

Wakil Ketua Komisi E DPRD-BPBD Jatim Edukasi Kesiapsiagaan Bencana ke SMAN 1 Kalidawir
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Jairi Irawan. (bahr)

Ditanya perihal memilih SMAN 1 Kalidawir, ia mengaku ini sudah dua titik. Dimana sebelumnya sudah melaksanakan di SMKN 1 Pagerwojo. Jairi melihat dari data BPBD adalah masuk dalam daerah rawan bencana.

Baca Juga :  Bupati Trenggalek Pesankan Inovasi Para Talent Dijalankan

“Sehingga kita siapkan sedini mungkin untuk mereka nantinya ketika ada hal tersebut, mereka sudah siap mengantisipasi,” tambahnya.

Pria yang baru saja mengemban amanah Ketua DPD Golkar Kabupaten Tulungagung periode 2025-2030 ini mengaku para siswa dan guru dalam dua hari ini dilatih diberikan teori.  Juga diberikan pembekalan langsung melakukan pemetaan.

“Selanjutnya bagaimana cara nanti evakuasi mandiri sehingga mereka akan siap secara itu,” paparnya.

Pria asal Kecamatan Pucanglaban Tulungagung ini menambahkan antusiasme peserta untuk hari ini. Ia berharap dari 100 orang peserta dari siswa dan guru mereka antusias juga sampai selesai besok.

Senada, Plt Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur, Dadang Iqwandy menjelaskan tindaklanjut untuk sekolah-sekolah di daerah rawan bencana, pihaknya akan melakukan program satuan pendidikan aman bencana.

Baca Juga :  AMTI Menilai Kemenkes Terburu-buru Sahkan RPMK

“Karena ini merupakan peogan prioritas, karena di Provinsi Jawa Timur berdasarkan kajian risiko bencana memiliki 14 potensi bencana,” ujar Dadang Iqwandy.

Dikatakannya, untuj di Tulungagung sendiri, terutama di wilayah selatan sebagaimana peta rawan bencana wilayah selatan potensi gempa bumi dan tsunami. Sehingga program-program seperti SPAB akan dilaksanakan secara bertahap

“Sebagaimana tahun ini kita melakukan pelatihan evakuasi mandiri untuk masyarakat yang ada di sisi pantai. Kemarin pelaksanaan di Pantai Gemah,” imbuhnya.

Perihal memilih sasaran siswa, Dadang mengaku siswa sesuai amanat Permendikbud Nomor 33 tahun 2019. Yaitu bahwa terkait satuan pendidikan aman bencana sekolah itu merupakan salah satu objek vital.

“Sehingga lokasi yang harus kita berikan pengetahuan terkait kesiapsiagaan bencana,” pungkasnya. (bahr/red)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button