Volume Penumpang Kereta Api di Daop 7 Naik 107 Persen di Idulfitri 2026

Kediri, Mataraman.net –  Lebaran Hari Raya Idulfitri bagi pemudik masih memilih moda transportasi kereta api. Pasalnya, kenaikan pelanggan selama masa Angkutan Lebaran (Angleb) tahun 2026 menunjukkan tren yang sangat positif menyentuh 107 persen.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun pada periode pra-Lebaran (H-10 sampai dengan H-1) atau tanggal 11 hingga 20 Maret 2026, tercatat total volume penumpang mencapai 188.549 orang.

Angka tersebut terdiri atas 66.793 pelanggan yang berangkat (naik) dan 121.756 pelanggan yang tiba (turun) di wilayah Daop 7. Tohari menjelaskan angka tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Di 2025, tercatat sebanyak 176.681 pelanggan menggunakan jasa kereta api di wilayah ini.

“Jika dibandingkan dengan periode pra-Lebaran tahun 2025, terjadi peningkatan signifikan pada tahun ini, di mana volume penumpang tahun 2026 mencapai 107 persen lebih tinggi. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api,” ujar Tohari dalam keterangan resminya, Sabtu (21/3/2026).

Lebih lanjut, ia memaparkan data akumulatif selama periode Angkutan Lebaran yang ditetapkan sejak 11 Maret hingga 1 April 2026. Hingga saat ini, total volume penumpang di wilayah Daop 7 Madiun tercatat mencapai 356.056 pelanggan, dengan rincian 166.577 pelanggan naik dan 189.479 pelanggan turun.

Baca Juga :  Tiket Gelang Diterapkan, Bisa Didapatkan Mulai hari Ini Jelang Persik Lawan Bali United

Pihak KAI mencatat bahwa puncak volume penumpang berangkat terjadi pada 22 Maret dengan jumlah 12.188 pelanggan. Sementara itu, puncak kedatangan penumpang terjadi pada 18 Maret dengan total 15.131 pelanggan yang turun di berbagai stasiun wilayah Daop 7.

Terkait kondisi terkini pada hari raya, Sabtu (21/3), volume penumpang masih bertahan di angka yang cukup tinggi, yakni 19.807 pelanggan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.632 orang tercatat naik dan 11.175 orang turun.

Tohari memproyeksikan jumlah ini akan kembali melonjak pada Minggu (22/3) esok dengan perkiraan mencapai 22.841 pelanggan. Meski demikian, ia menekankan bahwa data tersebut masih bersifat dinamis karena proses penjualan tiket masih terus berlangsung.

Berdasarkan data operasional, terdapat lima stasiun dengan volume penumpang tertinggi di wilayah Daop 7 Madiun selama periode ini. Stasiun Madiun: 114.488 pelanggan (49.916 naik, 61.572 turun). Stasiun Kediri: 39.118 pelanggan (19.735 naik, 19.383 turun). Stasiun Jombang 33.096 pelanggan (15.475 naik, 17.621 turun).

Baca Juga :  15 Titik Perlintasan Liar Ditutup KAI Daop 7 untuk Tingkatkan Keselamatan

Lalu, Stasiun Blitar: 31.076 pelanggan (13.594 naik, 17.482 turun). Stasiun Tulungagung: 28.791 pelanggan (13.870 naik, 15.921 turun).

Di samping memaparkan data, Tohari menegaskan komitmen KAI Daop 7 Madiun untuk memberikan pelayanan prima dengan memprioritaskan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Ia juga menyampaikan imbauan kepada para pengguna jasa agar lebih waspada terhadap barang bawaan mereka.

“Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk memperhatikan barang bawaan, tidak membawa barang berlebihan, serta memastikan barang tetap dalam pengawasan guna menghindari risiko kehilangan atau tertukar,” pesannya.

Ia juga meminta pelanggan untuk mematuhi seluruh aturan yang berlaku, baik di lingkungan stasiun maupun di dalam gerbong kereta api. Aturan tersebut mencakup menjaga ketertiban umum, dilarang merokok di area terlarang, serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi kenyamanan bersama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta bersama-sama menjaga keselamatan dan ketertiban demi kelancaran perjalanan kereta api,” tutupnya. (bahr/red)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button