PeristiwaTulungagung

Uji Kandungan Tanah Petani di Tulungagung: Rekomendasikan Penggunaan Pupuk Berimbang

×

Uji Kandungan Tanah Petani di Tulungagung: Rekomendasikan Penggunaan Pupuk Berimbang

Sebarkan artikel ini
Uji Kandungan Tanah Petani di Tulungagung: Rekomendasikan Penggunaan Pupuk Berimbang
Uji tanah di area persawahan Desa Suwaluh Tulungagung. (bahr)

Tulungagung, Mataraman.net –  Puluhan petani di Desa Suwaluh Kecamatan Bandung Tulungagung mendapatkan layanan uji tanah persawahan secara gratis. Hasil uji tanah tersebut akan direkomendasikan penggunaan pupuk secara tepat dan berimbang menyesuaikan kondisi tanah.

Bertempat di UD Agra Lesatari Desa Suwaluh, puluhan petani dengan saksama mendengarkan penjelasan dari petugas uji tanah. Selain itu, mereka juga mendapatkan edukasi pengunaan pupuk yang berimbang.

Salah satu petani Desa Suwaluh Imam Zaini yang memiliki luas lahan 1,5 hektare mengaku senang dengan adanya layanan uji tanah. Pasalnya, asil pengecekan ini cukup membantu karena memang ada kendala dari tanah sebagian yang ia garap.

“Keluhan saya ketika saya tanami berturut-turut selama 3 kali, biasanya 2 kalo padi 1 palawija ini yang terskhir ini 3. Kendalanya itu setelah dipupuk itu ada yang pertumbuhannya tidak maksimal, ambles atau bagaimana,” akui Imam Zaini, Rabu (26/11/2025).

Uji Kandungan Tanah Petani di Tulungagung: Rekomendasikan Penggunaan Pupuk Berimbang
Petani Desa Suwaluh, Imam Zaini. (bahr)

Ia mengaku bersyukur sudah bisa mengatasi menggunakan pupuk zink dengan penggunaan selama tiga kali, lalu dibantu dengan KCL. Saat ini sudah berangsur pulih.

Baca Juga :  YCC 2025 di Surabaya, Pemuda Se-Indonesia Tukar Ide untuk Negeri

Imam Zaini berharap setelah ada pemeriksaan uji tanah ini bisa benar-benar membawa perubahan. Sehingga petani tidak asal memberikan pupuk kepada tanaman yang kondisi tanahnya tidak sesuai.

“Mudah-mudahan yang selama ini tidak saya ketahui atau kurang saya ketahui akhirnya bisa. Yaitu harus menggunakan pupuk apa atau mengurangi pupuk apa,” tandasnya.

Sementara Penyuluh Pertanian Desa Suwaluh, Imam Sopingi menjelaskan, di Suwaluh daerahnya sering tergenang air sehingga biasanya tanah bersifat asam. Melalui uji tanah ini petani benar-benar mengetahui pemupukan sesuai takaran.

“Dikasih uji tanah supaya bisa kita memberikan pupuk secara tepat, bahan organik atau kimia biasanya, makanya diujikan,” beber Imam Sopingi.

Ia bersyukur, Gapoktan di Desa Suwaluh ini cukup aktif. Sehingga usulan uji tanah ini melalui serangkaian proses penyuluhan. Akhirnya dari petani ingin menguji kandungan apakah sudah standar.

Imam menambahkan edukasi sebelumnya dari dinas sudah pernah dilakukan. Namun ia mengakui sebenarnya petani cenderung pupuk kimia yang pengguna lebih sedikit sudah bisa.

Baca Juga :  Puluhan Anak Trenggalek Bermain Permainan Tradisional, Lestarikan Kearifan Lokal

“Tapi kenyataannya tanah perlu pembaruan melalui pupuk organik. Pemerintah menggalakkan kembali ke organik,” jelasnya.

Petugas Pupuk Indonesia Layanan Uji Tanah Wilayah Jatim II dari Divisi PPR3 Pendukung Penjualan, Muhamad Saiful Anwar mengungkapkan layanan uji tanah ini diberikan ke kelompok tani secara gratis. Total ada 5 mulai nitrogen, fosfat, kalium, PH Tanah dan cadangan C Organik.

“Kita kasih ke petani gratis agar tahu bahwa kondisi tanah seperti apa, petani itu akan kasih rekomendasi proses pemupukan,” ujar Muhamad Saiful Anwar, Rabu, 26 November 2025.

Dirinya mengaku meski proses uji secara kasat mata sudah bisa diketahui, namun membutuhkan waktu sekitar satu Minggu untuk hasil secara detail. Petani akan mendapatkan rekomendasi treatmen untuk mengolah tanah sesuai kandungan tanah.

“Petani akan mendapatkan lembaran kertas itu ada kolomnya kondisi tanah. Seperti kandungan NPK di situ ada dosis rekomendasi pemupukan,” tandasnya. (bahr/red)