Tulungagung, Mataraman.net – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kecamatan Besuki sukses menghelat kegiatan halal bihalal pada momentum bulan Syawwal 1447 H. Acara yang dihadiri oleh ratusan santri tersebut berlangsung khidmat di kediaman Ketua PAC PSNU Pagar Nusa Besuki, Andik Sulistiono, yang berlokasi di Dusun Tanggul, Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.
Dengan mengusung tema “Kembali Fitri dengan Jiwa Pendekar, Menjaga Tradisi, Membumikan Akhlakul Karimah”, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota.

Rangkaian acara diisi dengan mauidzah hasanah, selawatan, hingga atraksi seni pencak silat yang ditampilkan oleh para atlet Pagar Nusa, senior, serta tamu undangan dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Ketua PAC PSNU Pagar Nusa Besuki, Andik Sulistiono, dalam sambutannya berharap agar momentum ini dapat memperkuat solidaritas organisasi dari tingkat anak cabang hingga ranting.
“Semoga melalui halalbihalal ini, antaranggota dan pengurus Pagar Nusa Besuki terjalin persahabatan dan kekeluargaan yang erat, sehingga tetap kompak dan membawa kemajuan bagi organisasi di Tulungagung,” ujar Andik saat memberikan keterangan, Selasa (07/04/2026).
Selain menekankan aspek kekeluargaan, Andik juga memberikan pesan tegas terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengapresiasi para anggota yang mampu menjaga kondusivitas sejak bulan Ramadan hingga Syawal.
Andik berpesan agar seluruh anggota selalu menjaga ketertiban dan keamanan sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia juga menambahkan bahwa para santri harus tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan helm, menghargai pengendara lain, serta dilarang melakukan konvoi di jalan raya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Camat Besuki, Kepala Desa Tanggulturus, Pembina Pagar Nusa, Demisioner Ketua PAC PSNU Pagar Nusa Besuki, serta tokoh masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan prosesi mushofahah atau bersalam-salaman.
Senada, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Besuki, Sapuan, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Pagar Nusa dalam menjalankan tradisi silaturahmi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata pengamalan Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah.
Sapuan menerangkan kegiatan halalbihalal pada tahun 1447 H ini sangat baik dan perlu terus dikembangkan setiap tahun sebagai bagian dari upaya menyambung silaturahmi.
“Harapannya kedepannya kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anggota Pagar Nusa maupun bagi Nahdlatul Ulama secara luas,” harapnya.
Menanggapi tantangan dalam merangkul generasi muda di dalam organisasi otonom (Banom) NU, Sapuan menekankan pentingnya sikap moderat.
Ia menyebutkan nilai-nilai seperti tawazzun (seimbang) dan tasamuh (toleran) adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dalam mengajak generasi muda untuk senantiasa mencintai NU.
“Ini adalah organisasi yang mengayomi semuanya. Salah satunya adalah melalui tradisi yang mungkin saat ini dipandang kurang baik oleh sebagian orang, namun di NU, hal tersebut menjadi bagian dari syiar untuk merangkul budaya lokal yang tidak berseberangan dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” pungkasnya. (bahr/red)


