Ponpes Al-Falah Trenggalek Tetapkan 1 Syawal 20 Maret 2026 Menginduk ke Ploso Kediri

Trenggalek, Mataraman.net – Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, menetapkan Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan metode hisab yang dikeluarkan oleh Tim Lajnah Falakiyah Ponpes Al-Falah Ploso, Kediri.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah, Agus H. Muh Izuddin Zakki mengaku pondoknya menginduk pada keputusan masyaikh (guru-guru) di Ponpes Al-Falah Ploso. Berdasarkan perhitungan falakiyah, posisi hilal saat ini terpantau sudah memenuhi kriteria untuk pergantian bulan dalam penanggalan Hijriyah.
“Tim Lajnah Falakiyah Al-Falah Ploso sudah memutuskan bahwasanya 1 Syawal jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Hal ini berdasarkan hitungan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk setinggi 5 derajat 12 menit (dakikah),” ujar Gus Zakki pewarta, Rabu (18/3/2026).
Gus Zakki menambahkan, berdasarkan kitab Sulam Muniroh yang menjadi acuan, lama hilal di atas ufuk diprediksi bertahan hingga lebih dari 20 menit. Sebagai santri, pihaknya mengikuti keputusan (taklid) para guru di Ploso yang telah melakukan perhitungan matang.
Menurut Gus Zakki, metode yang digunakan adalah metode hisab atau perhitungan astronomis secara mendalam. Beliau memaparkan bahwa para ulama memiliki standar minimal 2 derajat di atas ufuk untuk menetapkan tanggal baru.
Sementara itu, untuk Idulf tahun ini, posisi hilal mencapai 5 derajat, yang memperkuat keyakinan untuk menetapkan awal bulan.
“Metode yang dipakai di Al-Falah Ploso itu yang kita ikuti adalah metode hisab. Kalau hilal itu sudah wujud atau sudah di atas ufuk, maka kita sudah mengatakan itu tanggal 1,” tuturnya.
Gus yang hobi trail adventure ini menceritakan bahwa pada awal Ramadan lalu, perhitungan mereka menunjukkan hilal berada pada posisi 11 derajat di atas ufuk.
Hal tersebut menyebabkan awal puasa jatuh pada hari Kamis, yang kebetulan bersamaan dengan ketetapan pemerintah. Dengan demikian, santri dan jemaah yang mengikuti kalender Ploso tahun ini melaksanakan ibadah puasa selama 29 hari.
Ketetapan mengenai tanggal-tanggal penting ibadah ini diklaim bukan hal baru. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Trenggalek ini menekankan bahwa Ilmu Falak diajarkan di pesantren untuk diamalkan, bukan sekadar teori.
“Masyaikh kami di Ploso mengatakan, untuk apa mengajarkan ilmu falakiyah kepada santri kalau tidak diamalkan? Maka tim telah bekerja keras dan hasil tersebut sudah diuji kebenarannya (ditashih) sebelum diumumkan jauh-jauh hari saat acara haflah atau penutupan pondok,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan ibadah, pihak Ponpes Al-Falah Kedunglurah telah menginstruksikan kepada para alumni dan masyarakat sekitar untuk melaksanakan salat Idulfitri pada Jumat pagi.
Beliau mempersilakan masyarakat, baik dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, maupun lainnya, untuk bergabung jika memiliki keyakinan yang sama.
“Kami mengimbau para alumni, jika memang berkeyakinan 1 Syawal jatuh pada Jumat, maka salatlah pada hari Jumat. Jangan sampai puasanya ikut Jumat tapi salatnya ikut Sabtu, karena itu tidak mendapatkan kesunahan,” paparnya.
Pesan Toleransi di Tengah Perbedaan
Menyikapi potensi adanya perbedaan tanggal Idulfitri dengan pihak lain atau pemerintah, Gus Zakki meminta masyarakat Kabupaten Trenggalek untuk tetap tenang dan saling menghormati. Menurutnya, perbedaan ijtihad di kalangan ulama adalah sebuah rahmat dan tidak boleh menjadi pemicu perpecahan.
“Khilaf (perbedaan) di antara ulama itu adalah rahmat. Jangan dijadikan cara untuk baku hantam atau saling menghujat. Dalam kaidah ijtihad, jika benar mendapat dua pahala, jika salah tetap mendapat satu pahala. Silakan mengikuti metode yang diyakini, baik itu hisab maupun rukyat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, hasil Tim Lajnah Falakiyah Ploso Kediri, 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2025 dengan irtifa’ atau ketinggian hilal 11 derajat dengan letak selatan Markaz serta keadaan hilal miring ke Utara.
Sementara hasil penghitungan 1 Syawwal 1447 H adalah tanggal 20 Maret 2026 dengan pertimbangan irtifa’ atau ketinggian hilal sudah 5 derajat. Dengan letak hilal di Utara Markaz, serta keadaan hilal miring ke utara.
Selain Sullamun Nayroin, Pondok Pesantren Al-Falah Ploso juga menggunakan rujukan kitab Ad Durrul Aniq, serta rujukan Ephemeris. (bahr/red)



