PeristiwaTulungagung

Pekerja Tewas Terjatuh dari Ketinggian 5,2 Meter di Tulungagung

×

Pekerja Tewas Terjatuh dari Ketinggian 5,2 Meter di Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Pekerja Tewas Terjatuh dari Ketinggian 5,2 Meter di Tulungagung
Lokasi pekerja tewas terjatuh saat mengerjakan plafon di Tulungagung. (bahr)

Tulungagung, Mataraman.net –  Nasib nahas dialami Abdul Manan (56), warga asal Desa Kepuh Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Ia meninggal dunia usai terjatuh saat bekerja mengerjakan plafon rumah dengan ketinggian 5,2 meter.

Tempat kejadian perkara (TKP) berada di rumah Gunawan juga di desa yang sama. Ia bekerja sudah seminggu mengerjakan plafon rumah lantai 2 bersama rekannya, Ardi (22) dan Mustofa (40) yang saat ini mengalami patah tulang.

Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih menerangkan, pihaknya menerima laporan adanya pekerja terjatuh tersebut sekitar pukul 9 pagi, Selasa (2/12/2025. Laporan dari perangkat desa bahwa ada salah satu warga yang bekerja di rumah Gunawan terjatuh dan meninggal dunia.

Baca Juga :  Mas Dhito-Mbak Dewi Resmi Mendaftar Pilkada Kediri

“Akhirnya kita dengan piket Inafis Polres Tulungagung juga dari Unit Reskrim Polsek Boyolangu meluncur TKP. Dari sini korban posisinya sudah dibawa ke rumah sakit oleh pihak yang punya rumah,” bebernya, Selasa (2/12/2025).

AKP Retno mengaku sebenarnya ada juga alat tangga untuk pekerja kontruksi atau scafolding. Namun waktu korban mengerjakan di sebelah kiri, ketika dia mengerjakan posisi di sebelah kanan.

“Sekilas mata tadi melihat dengan Pama dan juga Inafis Polres Tulungagung penyebabnya karena penyangga dia untuk membenahi plafon itu terlalu kecil besinya. Akhirnya scaffolding itu bisa digeser ke kanan atau ke samping kiri mungkin kalau menggunakan Scaffolding,” bebernya.

Baca Juga :  RSUD dr Karneni Tulungagung Hadirkan 'Aplikasi Angrem' Mudahkan Pasien Dapatkan Layanan

AKP Retno menambahkan, total pekerja korban yang mengerjakan 3 orang tukang. Informasi dari saksi, sewaktu terjatuh masih mengeluarkan suara dan langsung dibawa ke rumah sakit oleh pemilik rumah.

“Saat jatuh masih bersuara masih hidup dan mungkin dibawa ke rumah sakit itu meninggal,” tambahnya.

Korban mengalami luka di pelipis, karena benturan dengan ketinggian 5,2 meter nyawanya tak tertolong. Polisi langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi.

Pengamatan penulis, letak scafolding hanya disisi selatan semua. Sedangkan di sisi utara sama sekali tidak ada scafolding. Hanya beberapa tiang besi untuk penyangga. Sisa-sisa jatuhnya bambu tersebut masih ada di lokasi kejadian. (bahr/red)