Tulungagung, Mataraman.net – Cuaca buruk beberapa hari terakhir membuat nelayan Teluk Popoh Desa/Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung enggan melaut. Mereka tidak mau mengambil risiko tergulung ombak, karena di tengah laut ombak setinggi 3 sampai 4 meter.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu nelayan, Sutar (45). Ia sudah beberapa hari ini tidak melaut karena cuaca buruk, angin kencang serta hujan turun. Namun, masih ada yang nekat beberapa nelayan berangkat mencari ikan.
“Sudah tiga hari ini cuaca agak mendung. Jadi nelayan itu tidak berani melaut tidak ada yang berangkat, ada juga yang berangkat. Kalau di tengah laut ombak sampai 3 sampai 4 meter karena ini ombak angin,” akui Sutar saat ditemui di Pelabuhan Popoh, Jum’at (29/8/2025).
Ia mengaku, dengan cuaca buruk ini mempengaruhi hasil tangkapan. Sehingga harga ikan bisa naik jika terus menerus seperti ini. Namun, kembali lagi pada kualitas ikan tangkapan nelayan.
“Kalau musim ikan itu tadi terkadang satu minggu bagus kadang ikannya jelek. Harga ikan tergantung kualitas ikannya. Yang mempengaruhi kadang cuaca buruk jarang ikan itu juga bisa berpengaruh,” akunya.
Untuk saat ini, Sutar menambahkan jenis ikan tongkol kecil per kilogram mencapai Rp 15 ribu. Untuk Ikan Tuna sampai Rp 18 ribu per kilogram.
“Kalau Ikan Layur kalau tidak salah 35 sampai Rp 40 ribu,” tandas pria asli Sidem yang melaut menggunakan perahu slerek ini.
Terpisah, Syahbandar Pelabuhan Popoh, Arif Wahyudi menerangkan cuaca buruk ini sudah mulai berlangsung sejak hari Senin kemarin. Prakiraan kemungkinan akan reda hingga Minggu, 31 Agustus 2025 mendatang.
“Sudah sejak hari Senin kemarin sekitar 1 minggu ini cuacanya buruk,” ujar Arif Wahyudi.
Arif mengaku, pihaknya sudah memberikan informasi sekaligus imbauan kepada para nelayan untuk mengurungkan melaut. Supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, karena ombak sedang tinggi dan cuaca buruk hingga Minggu ini.
“Memang kita sudah kita sampaikan kondisi cuaca buruk. Sehingga untuk kita memberikan imbauan agar tidak melakukan kegiatan operasional menangkap ikan,” pungkasnya.
Pengamatan pewarta, suasana pelabuhan sepi tidak ada aktivitas bongkar muat tangkapan ikan. Hanya sekadar beberapa nelayan yang duduk-duduk berbincang-bincang dengan ditemani kopi dan rokok.
Sementara di lautan, hingga Jum’at siang masih mendung dan gerimis. Ombak tampak dari kejauhan juga masih tinggi. Banyak perahu milik nelayan yang bersandar di Pelabuhan Popoh. (bahr/red)