Tulungagung, Mataraman.net – Kasus kenakalan remaja, khususnya penggunaan narkoba di kalangan pelajar, menjadi perhatian serius pemerintah. Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Harinto Triyoso, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung yang secara aktif menyasar anak sekolah melalui kegiatan sosialisasi.
Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Harinto Triyoso, mengapresiasi langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung yang gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada pelajar.
Menurutnya, kegiatan yang baru saja digelar di SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung ini sangat penting mengingat tingginya kasus narkoba yang melibatkan anak sekolah. Selain penyuluhan narkoba, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan pemberian bekal ilmu jurnalistik yang akan berlanjut pada Kamis, 20 November 2025.

Rinto, sapaan akrabnya ini menjelaskan bahwa sebagai mitra, Komisi A mendukung penuh upaya BNN dan pihak sekolah dalam menanggulangi persoalan ini. Ia menegaskan, permasalahan narkoba di kalangan anak sekolah saat ini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.
“Posisinya Ketua Komisi A adalah mitra sekolah, sekolah mitra BNN itu kan. Dan yang bermasalah hari ini adalah narkoba, banyak sekali di anak-anak sekolah. Maka dari itu, benar BNN itu harus aktif di sekolah-sekolah,” ujar Harinto Triyoso kepada pewarta, Rabu (19/11/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi sebagai langkah pencegahan sebelum anak-anak terjerumus narkoba. Selain itu, Harinto menambahkan bahwa program rehabilitasi seringkali terhalang oleh ketakutan siswa akan proses hukum.
“Sebelum anak-anak di sekolah kena, kena narkoba, seringkali anak-anak sekolah yang kena itu takut saat akan direhabilitasi. Nanti ditangkap polisi, itu pentingnya kenapa BNN harus banyak sosialisasi di sekolah-sekolah,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan dari Kepala BNN Tulungagung, kasus yang dilaporkan dan yang berujung pada pelaporan untuk rehabilitasi menunjukkan peningkatan. Harinto menyebut bahwa kini banyak orang tua yang mulai terbuka dan berani membawa anaknya ke BNN untuk rehabilitasi.
Pria yang pernah di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung sebagai Kepala Seksi 2013-2014 ini menambahkan orang tua yang anaknya terlibat narkoba sering merasa sangat terpukul dan sedih. Ia mengutip ungkapan yang menyiratkan keputusasaan, bahwa kasus narkoba dinilai sebagai masalah yang tiada habisnya, bahkan hingga kematian.
“Inilah yang mendorong makin banyak orang tua di Tulungagung yang kini lebih terbuka kepada BNN untuk mengupayakan rehabilitasi bagi anak mereka,” paparnya.
Sosialisasi ini melibatkan puluhan anak sekolah dan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BNN Kabupaten Tulungagung untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba.
Kegiatan jurnalistik yang menyertai program ini diharapkan dapat membekali pelajar dengan kemampuan untuk menyebarkan informasi positif dan bahaya narkoba. (bahr/red)







