Ketua Pagar Nusa SPKM Tulungagung Ajak Pendekar Menjiwai Ruh Santri

Blitar, Mataraman.net –  Ketua Pagar Nusa Sport Perengenging Kurdho Manyuro (SPKM), Imam Rojikin, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan ruh santri dalam organisasi Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa. Hal tersebut disampaikannya dalam acara baiat anggota baru yang sekaligus menjadi momentum penguatan kerja sama antar-pengurus di wilayah Kabupaten Blitar.

Imam Rojikin menjelaskan, SPKM yang merupakan akronim dari Silat Pencak Kurdo Manyuro, memiliki akar sejarah yang kuat di Bumi Tulungagung. Organisasi ini didirikan di Campurdarat pada 4 Maret 1933.

Penggunaan istilah SPKM pada awal berdirinya merupakan strategi para pendahulu untuk menghindari pengawasan penjajah yang kala itu melarang aktivitas pencak silat.

“Maka kalau sudah bersatu jangan memisahkan, kalau sudah disamakan jangan dibeda-bedakan. Intinya, berbeda bendera dan berbeda jurus, kita tetap satu dalam wadah Pagar Nusa,” tegas Imam Rojikin dalam sambutannya.

Menurutnya, Pagar Nusa adalah payung besar yang menaungi berbagai aliran silat di lingkungan pesantren, seperti GASMI, SPKM, Thohiriyah, Perisai Hati, hingga Ibnu Sabil.

Baca Juga :  140 Anggota Resmi Jadi Warga Pagar Nusa di Rayon Pondok Ngunut Tulungagung

Ia berharap keragaman jurus lokal, termasuk jurus asli SPKM, tidak dijadikan sebagai bahan perselisihan, melainkan dipandang sebagai kekayaan khazanah kebudayaan yang memperkuat identitas organisasi.

Imam Rojikin juga berpesan kepada para anggota yang baru saja dibaiat agar senantiasa menjiwai ‘Ruh Santri’ dalam setiap langkah.

Yaitu berkhidmat di Pagar Nusa sama artinya dengan mengabdi kepada Nahdlatul Ulama. Ia meyakini bahwa siapa pun yang merawat organisasi ini akan diakui sebagai santri oleh Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari.

“Semoga Pagar Nusa tetap ruh santri ada dan Menjiwai dalam setiap gerak langkah kita yang akan membawa kemanfaatan dalam kehidupan selama anda berada di masyarakat,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, kehadiran SPKM dalam acara tersebut merupakan langkah awal untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Blitar. Kerja sama ini diharapkan mampu membawa dampak sosial yang positif bagi masyarakat luas.

Baca Juga :  Diduga Keracunan Makanan Posyandu, 4 Warga Tulungagung Dirawat

Pria yang juga sebagai Ketua Pokdarwis Lejar Misuwur Pantai Gemah Tulungagung itu mengingatkan para anggota agar berhati-hati dalam berperilaku karena identitas santri melekat pada diri mereka. Seorang anggota Pagar Nusa tidak lagi membawa manfaat atau keberkahan, maka ada hal yang salah dalam proses penjiwaan ruh santrinya.

Rojikin tak lupa mendoakan agar para anggota Pagar Nusa kelak menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Pun juga memohon maaf apabila kehadiran rombongannya merepotkan pihak tuan rumah, namun ia memastikan bahwa kehadiran mereka murni didasari semangat persahabatan melalui pencak silat.

“Semoga kita kita panjenengan dijadikan pemimpin membawa dampak sosial masyarakat ke arah yang lebih baik,” tandasnya. (bahr/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button