Jelang Ramadan, Ratusan Warga Karanganom Trenggalek Antusias Ikuti ‘Nyekar Bareng’
Trenggalek, Mataraman.net – Ratusan warga Desa Karanganom Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek berbondong-bondong ke Tempat Pemakaman Umum (TPU). Mereka ikut serta ‘Nyekar Bareng’ atau ritual berziarah bersama-sama sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan.
Tampak orang tua, anak-anak hingga remaja khusuk mengikuti sejak awal pembacaan Surah Yasin dan Tahlil. Yang mana sebelumnya ada Khataman Al-Qur’an dari masing-masing 4 wilayah di desa tersebut.
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Pemerintah Desa (Pemdes) Karanganom, Muhammad Mahfur mengungkapkan ritual keagamaan ini sebenarnya sudah turun temurun. Akan tetapi dibuat kolektif baru beberapa tahun terakhir, untuk kekhusukan dan kekompakan warga dalam menyambut Bulan Ramadan.
“Alhamdulillah untuk kegiatan ‘Nyekar Bareng’ Desa Karanganom ini sudah berjalan 3 tahun. Berjalan khidmat dan lancar berkat dari dukungan dari pemerintah Desa Karanganom dan juga tokoh-tokoh agama Desa Karanganom,” ujar Muhammad Mahfur, Minggu, 15 Februari 2026.

Mahfur menambahkan antusiasme warga tahun ini terbilang membludak. Selain sebelumnya sudah disosialisasikan melalui banner dan pamflet, juga hari ini tidak turun hujan seperti dua tahun yang lalu.
“Alhamdulillah sangat antusias sekali dan juga perlu kami sampaikan warga masyarakat Desa Karanganom sangat bagus untuk dukungan kegiatan ini. Kurang lebih mencapai 500 orang yang hadir dalam kegiatan ‘Nyekar Bareng’ di Desa Karanganom,” imbuhnya.
Nyekar Bareng ini dalam rangka apa, Pak? Dalam rangka yaitu nyekar bareng atau Menyongsong bulan suci Ramadhan kita gelar bersama di di Makam Umum Desa Karanganom ini.
Mahfur berharap semoga tidak berhenti di tahun ini, melainkan terus lestari dan lebih banyak masyarakat yang hadir. Ikut mengenalkan ahli kubur ke anak cucu pada keluarga yang sudah meninggal.
“Untuk harapan ke depan semoga kegiatan ini tetap berjalan tentunya dari dukungan pemerintah desa dan juga seluruh lapisan masyarakat serta tokoh-tokoh agama Desa Karangnom,”
Sementara respon dari salah satu warga Desa Karanganom, Puput Supriyanto (54) menjelaskan cukup senang acara ‘Nyekar Bareng’ dikemas bersama-sama. Alhasil masyarakat awam bisa mengikuti dengan khusuk dan khidmat.
“Alhamdulillah acara Nyekar Bareng ini yang diadakan di Karanganom berjalan dengan bagus, rapi dan aman,” beber Puput Supriyanto.
Ia mengaku warga sangat antusias mengikuti sejak pukul 06.30 WIB hingga selesai. Tidak hanya dari dalam desa, melainkan juga dari luar desa yang makam leluhur atau sanak saudara dimakamkan di makam desa tersebut.
“Warga sangat antusias tadi ada dari warga luar Karanganom, ada leluhur yang dimakamkan ada disini atau sanak saudara luar Karangangom. Alhamdulillah banyak yang hadir,” paparnya.
Puput menaruh harapan semoga tahun depan bisa terus berjalan acara seperti ini. Kekompakan baik dari ulama dan umaro’ atau pemerintah setempat menjadi modal kebersamaan yang saling menguatkan.
“Kami rasa hampir tidak ada kekurangan. Bagus antara IPNU, NU berkumpul jadi satu didukung tokoh masyarakat, warga, perangkat desa berkumpul. Alhamdulillah terselenggara dengan baik,” tandasnya.
Acara ditutup dengan doa yang dilakukan oleh 4 tokoh sesepuh di wilayah Dempok Etan, Nglengkong, Mboto dan Dempok Lor. Acara ini merupakan inisiasi dari Gerakan Pemuda Ansor Desa Karanganom, kemudian ditindaklanjuti oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama. (bahr/red)



