Harlah ke-93 Pagar Nusa SPKM, Imam Rojikin Ajak Santri Perkuat Khidmah-Kedekatan dengan Kiai

Tulungagung, Mataraman.net – Perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-93 Pencak Silat Pagar Nusa SPKM di Tulungagung berlangsung dengan penuh khidmat. Dalam momentum tersebut, Ketua Pagar Nusa SPKM Tulungagung, Imam Rojikin, menyampaikan harapan besar agar organisasi pencak silat ini terus bertransformasi menjadi wadah yang jaya dan sarat akan prestasi.

Imam Rojikin mengungkapkan momen peringatan ini merupakan waktu yang tepat untuk menaruh doa dan harapan bagi kemajuan organisasi. Ia menekankan Pagar Nusa harus mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur pencak silat.

“Selamat Hari Lahir Pagar Nusa SPKM yang ke-93. Semoga Pagar Nusa kita semua semakin jaya di masa depan dan mampu meningkatkan prestasi di berbagai bidang,” ujar Imam Rojikin, Sabtu malam (7/3/2026).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pokdarwis Lejar Misuwur Pantai Gemah Tulungagung ini menerangkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari aspek fisik atau kemampuan bela diri semata. Menurutnya, pengabdian kepada agama dan negara adalah fondasi utama organisasi tersebut.

Baca Juga :  Ketua Pagar Nusa SPKM Tulungagung Ajak Pendekar Menjiwai Ruh Santri

“Yang terpenting adalah semakin meningkatkan dedikasi atau berkhidmah untuk Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara, melalui rida dan doa para kiai,” bebernya.

Ia juga menyinggung mengenai moto Pagar Nusa SPKM, yakni “Terbang Tinggi dan Semakin Membumi”. Melalui moto tersebut, Rojikin berharap seluruh anggota dapat meraih cita-cita dan prestasi setinggi mungkin, namun tetap menjaga kerendahan hati dan kedekatan dengan masyarakat.

Rojikin memberikan pesan mendalam kepada seluruh santri Pagar Nusa SPKM agar tetap memegang teguh “ruh” santri. Ia menegaskan ketaatan dan kedekatan dengan kiai merupakan kunci mutlak untuk meraih keberhasilan, baik di dunia maupun di akhirat.

“Saya mengimbau kepada seluruh anggota Pagar Nusa: jangan sampai kita terlepas atau menjauhkan diri dari para kiai,” tegasnya.

Baca Juga :  812 Peserta Ikuti Festival Olahraga Tradisional Tulungagung

Dikatakannya, seluruh anggota untuk senantiasa menjalin silaturahmi atau sowan guna memohon fatwa serta nasihat dari para ulama. Hal ini dinilai penting agar hati setiap anggota tetap terhubung secara spiritual dan terhindar dari sifat-sifat tercela.

Rojikin menambahkan melalui menjaga hubungan baik kepada para kiai, para anggota dapat memutus rantai kesombongan serta keangkuhan di dalam diri.

“Agar kita tidak sombong dan tidak angkuh, kita harus senantiasa rendah hati untuk datang dan mendengarkan nasihat ulama,” pesannya.

Tak lupa, Rojikin yang mewakili jajaran pengurus SPKM menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus jika terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun fasilitas selama rangkaian acara. (jaz/red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button