Gus Iqdam Sebut Safari Ramadan NasDem sebagai Upaya Menjemput ‘Dekengan Pusat’

Tulungagung, Mataraman.net – Pendakwah kondang Muhammad Iqdam Kholid, atau yang akrab disapa Gus Iqdam, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Partai NasDem yang menggelar Safari Ramadan 2026.
Dalam tausiahnya, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II ini menyebut aktivitas politik yang diselingi dengan kegiatan spiritual merupakan bentuk ikhtiar untuk menghindari kehinaan menjemput pertolongan Tuhan atau yang ia istilahkan sebagai “dekengan pusat”.
Gus Iqdam mengungkapkan salah satu nikmat luar biasa bagi manusia adalah memiliki kesibukan yang tetap memperhatikan hubungan kepada Allah (habluminallah) dan hubungan sesama manusia (habluminannas).

Menurutnya, langkah Partai NasDem yang mengawal kadernya melalui safari religi adalah kebutuhan pokok dalam kehidupan berorganisasi.
“Manusia itu di mana pun mereka berada akan berpotensi diikuti kehinaan, kecuali mereka yang konsisten menjaga hubungannya kepada Allah dan sesama manusia. NasDem mengadakan safari seperti ini sangat luar biasa,” terang Gus Iqdam di Crown Victoria Hotel, Selasa (3/4/2026).
Beliau mengaku karena menghindarkan keluarga besar anggota NasDem dari kehinaan-kehinaan yang ada. Ia mengaku terkejut dan kagum saat mengetahui bahwa perjalanan safari ini telah berlangsung selama 11 hari nonstopmelintasi berbagai wilayah mulai dari Bojonegoro hingga Ponorogo. Ia menilai, jika perjalanan ini diikuti dengan ketulusan, maka para kader akan terjaga martabatnya di posisi jabatan apa pun.
Esensi Takwa dalam Berpartai
Lebih lanjut, Gus Iqdam mengingatkan bahwa tujuan utama dari ibadah puasa dan kegiatan safari ini bukanlah sekadar jalan-jalan atau mencari validasi dari sesama, melainkan untuk membentuk ketakwaan sesuai ayat suci Al-Qur’an, la’allakum tattaqun.
“Jangan sampai kita hanya senang jalan-jalannya saja atau izin ke istri untuk keliling. Tujuan panjenengan (anda) diajak safari ini agar benar-benar menjadi kader yang ketakwaannya kepada Allah itu berkualitas. Kita tidak ingin berpartai yang abal-abal, tapi yang totalitas bertakwa,” tegasnya.
Beliau meyakini bahwa pimpinan partai mengajak para kader untuk turun ke bawah (turba), berziarah, dan bersilaturahmi ke pesantren bertujuan agar segala persoalan, baik masalah pribadi maupun masalah partai, mendapatkan jalan keluar dari Allah SWT.
Rezeki dari Jalan yang Tak Disangka
Dalam narasi yang jenaka namun sarat makna, Gus Iqdam mencontohkan sosok anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Nurhadi, sebagai bukti nyata dari buah ketakwaan dan silaturahmi. Ia menceritakan bagaimana Nurhadi sering bersabar menunggunya mengaji dan kerap berbagi dengan para santri jauh sebelum dirinya seviral sekarang.
“Pak Nurhadi ini sering ke pondok saya, bahkan dari dulu sebelum Majelis Sabilu Taubah sebesar sekarang. Beliau sering menunggu saya ngaji sampai satu jam, kadang datang membawa makanan untuk santri. Terbukti sekarang rezekinya datang dari jalan yang tidak disangka-sangka,” ungkap Gus Iqdam.
Ia menutup tausiahnya dengan mendoakan agar Partai NasDem konsisten mengajak kadernya dalam kebaikan. Menurutnya, jika ketakwaan kolektif sudah terbangun, maka partai tersebut akan menjadi organisasi yang “didekeni” (didukung penuh) oleh Allah SWT, sehingga segala program yang direncanakan akan berjalan lancar dan mendapatkan kemudahan rezeki bagi seluruh anggotanya. (bahr/red)



