Hukum dan KriminalPeristiwaTrenggalek

Guru SMPN 1 Trenggalek Jadi Korban Pemukulan Suami Anggota Dewan

×

Guru SMPN 1 Trenggalek Jadi Korban Pemukulan Suami Anggota Dewan

Sebarkan artikel ini
Guru SMPN 1 Trenggalek Jadi Korban Pemukulan Suami Anggota Dewan
Guru yang dipukul oleh suami anggota dewan di Trenggalek. (bahr)

Trenggalek, Mataraman.net –  Kasus pemukulan guru SMPN 1 Trenggalek oleh suami salah satu anggota dewan AKP berlanjut. Sang guru, Eko Prayitno melaporkan kejadian tersebut ke Polres Trenggalek untuk mendapatkan keadilan, Selasa (4/11/2025).

Guru Mata Pelajaran Seni Budaya, Eko Prayitno menjelaskan sesuai peraturan di SMPN 1 Trenggalek, selama mata pelajaran telepon genggam harus dimasukkan ke dalam laci yang sudah disediakan. Bahkan di masing-masing kelas sudah tertera peraturan SOP pemakaian gadget. Termasuk juga sudah disosialisasikan ke masing-masing wali murid.

Saat itu, Eko Prayitno memberikan tugas ke 8 kelompok. Masing-masing kelompok diberi keleluasaan untuk dua gadget sebagai pendukung pembelajaran mata pelajaran yang ia ampu.

“Satu kelompok dua-dua saya awasi untuk membantu tugas karena banyak. Saya wanti-wanti jangan digunakan aktifitas selain mendukung pelajaran. Sekali lagi jangan digunakan untuk aktivitas lain mulai chatingan, YouTube-an, kecuali mendukung pelajaran dua kali, kalau nanti ada yang bermain itu saya ambil,” ujar Eko Prayitno, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga :  70 Motor Tilang Terancam Dilelang Kejari Tulungagung

Ia mendapati siswi berinisial N bermain gadget dengan asyiknya. Padahal siswa-siswi lainnya masih menyelesaikan makanan MBG. Eko berhushdzon menyelesaikan tugas, karena kelompoknya belum dikumpulkan karena belum rampung.

“Saya melihat kelompoknya belum terkumpul kok bermain gadget sendiri. Wah anak ini rajin, mungkin paling untuk mendukung pelajaran saya, saya dekati saya lihat benar-benar bukan digunakan belajar,” tambahnya.

Usai proses makan MBG selesai, Eko pun memberikan penekanan bahwa sedari awal tidak diperbolehkan untuk menggunakan gadget. Ia menanyakan kepada siswi N apakah menggunakan gadget sampai 3 kali, jika tidak akan diambil sendiri olehnya.

“Tiga kali tidak mau, saya ambil. Akhirnya ya dia menyerahkan gadget kepada saya. Saya geser ke tengah karena posisi hp di meja di tepi,” paparnya.

“Saya lanjutkan memotivasi contoh siswa yang rajin memberikan terapi ke siswa intinya satu kelas untuk syok terapi. Lalu, ada bak sampah kosong, saya isi air terus saya ambil batu. Plung,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Pesilat Asal Nganjuk Peserta Konvoi Penabrak Emak-emak Tulungagung Ditahan

Dari situ, sebagian siswa-siswi mengetahui yang dijatuhkan ke dalam bak sampah berisi air. Namun siswi N mengira itu gadget miliknya.

Dengan menangis, mendatangi kesiswaan karena oleh sang guru sesuai prosedur diberikan ke Kesiswaan SMPN 1 Trenggalek. Penjelasan dari kesiswaan tidak bisa membuat siswi tersebut tenang dan akhirnya pulang.

“Saya pulang, belum sampai duduk di rumah, ayah siswi itu menelepon dengan nada meledak-ledak, saya tuturkan kronologi sudah tidak mempan. Besok pagi hp dikembalikan,” paparnya.

Setelah salat di masjid, Eko Prayitno mendapati pemukulan yang dilakukan oleh sang kakak yang berinisial AKP. Dimana sang istrinya merupakan Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek. (bahr/red)