PemerintahanTulungagung

Bulog Tulungagung Optimis Serap 60an Ribu Ton Gabah Kering di 2026

×

Bulog Tulungagung Optimis Serap 60an Ribu Ton Gabah Kering di 2026

Sebarkan artikel ini
Bulog Tulungagung Optimis Serap 60an Ribu Ton Gabah Kering di 2026
Bulog turun ke petani Tulungagung. (Bulog Tulungagung)

Tulungagung, Mataraman.netAwal tahun 2026, Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung berupaya melakukan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) tingkat petani. Adapun target tahun ini sebesar 64.695 ton.

Pada Minggu (25/1/2026), pembelian GKP dilaksanakan di desa Sanan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, dengan total sebesar 19.873 Kg. Kegiatan penyerapan ini juga dilakukan untuk memastikan harga gabah di tingkat petani, tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Pemimpin BULOG Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan menerangkan kegiatan ini merupakan wujud gerak cepat BULOG Tulungagung, dalam menjalankan program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

Baca Juga :  Mas Dhito Ingin Pulangkan Prasasti Harinjing, Jadi Penanda Harjad Kediri

“Penyerapan gabah diawal tahun 2026 ini kami lakukan langsung di tingkat petani. Ini sebagai bentuk komitmen dan gerak cepat BULOG Tulungagung atas arahan Menteri Pertanian dan Direksi Perum BULOG terkait Optimalisasi Serap Gabah Beras dan Swasembada Pangan yang berkelanjutan,” terang Yonas Haryadi Kurniawan.

Ditambahkannya, penyerapan gabah dan beras BULOG cabang Tulungagung pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 64.695 ton setara beras. Pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai, hal ini dikarenakan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak terkait.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi dan kerjasama dengan Dinas Pertanian, TNI, POLRI dan Instansi terkait, serta mengoptimalkan kembali sinergi dengan mitra pengolahan guna memaksimalkan potensi panen yang masih ada sepanjang tahun 2026,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Tulungagung Ikut Pamerkan Pusaka, Ada yang Berusia 700 Tahun

Melalui langkah ini, BULOG Tulungagung berkomitmen untuk terus hadir di tengah petani, menjaga stabilitas harga, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta mendukung ketahanan pangan nasional. (bahr/red)